Rudi Rubiandini, Kepala  SKK Migas

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo mengaku kaget atas tertangkapnya Kepala Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini, oleh KPK karena diduga menerima suap.

Dradjad yang juga ekonom ini menduga ada perubahan pada diri Rudi Rubiandini setelah menjadi bagian penyelenggara negara yang ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Walaupun secara personal bukan kawan dekat, Dradjad mengungkapkan, Rudi sering membagi ilmu kepada dirinya tentang migas mengingat politisi PAN ini minim soal pengetahuan migas. Sementara Rudi adalah akademisi yang mumpuni di bidang migas.

Menurut Dradjad, Rudi dikenal sebagai sosok yang sangat idealis ketika mereka sering berkomunikasi dahulu. "Namun seperti nasihat saya kepada politisi-politisi junior saya, santri yang alim di pesantren, itu biasa. Nah kalau sudah masuk Jakarta, dia masih tetap alim, itu baru santri," kata Dradjad di Jakarta, Rabu (14/8).

Dradja mengaku, karena lama tidak berkomunikasi dengan Rudi, dirinya tidak mengetahui apakah Kepala SKK Migas itu masih tetap idealis seperti dulu.

"Namun saya memang sering melihat akademisi, aktifis atau siapa saja yang pada awalnya idealis, lalu berubah drastis ketika sudah masuk ke dalam kekuasaan, baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif," kata Dradjad.

Oleh sebab itu, Dradjad agak terkejut ketika Rudi bersedia masuk ke BP Migas, selanjutnya menjadi Wakl Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), dan belakangan menjadi Kepala SKK Migas. Sebab, tegas dia, sebagian besar pandangan Rudi tidak cocok dengan kebijakan pemerintahan sekarang. "Idealnya, orang-orang seperti kami ini tetap di luar pemerintahan," tandas Dradjad.

Menurut informasi, Rudi menerima uang sebesar US$ 700.000 dari perusahaan konsultan minyak asing. Sementara itu, SKK Migas sendiri adalah institusi yang dibentuk pemerintah untuk mengatur perihal penyelenggaraan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi.

Tujuannya, agar pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara.

Dalam salah satu tugasnya, SKK Migas berhak menunjuk penjual minyak atau gas bumi. Kemudian, memberikan pertimbangan kepada Menteri ESDM tentang penyiapan dan penawaran wilayah kerja serta kontrak kerja sama dengan perusahaan minyak asing.

Lihat Juga Video Riwayat Hidup Rudi Rubiandini

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/WBP