Nasabah melakukan transaksi perbankan di Bank Mandiri.

Jakarta - Sembilan perusahaan Indonesia masuk dalam jajaran 2.000 perusahaan publik berkinerja terbaik di dunia berdasarkan laporan majalah ekonomi terkemuka berbasis di Amerika Serikat (AS), Forbes.

Perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar "The World's Biggest Companies" tersebut adalah enam perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan tiga perusahaan swasta. Adapun penilaiannya berdasarkan kinerja per Mei 2013. 

Dikutip dari situs resmi Forbes, Jumat (4/10), perusahaan asal Tiongkok dan AS mendominasi dalam jajaran 10 besar.

Adapun sembilan perusahaan Indonesia yang berhasil masuk dalam jajaran 2.000 perusahaan publik berkinerja baik di dunia adalah:

1. PT Bank Bank Mandiri Tbk di tempat teratas dengan peringkat 446 dunia tahun 2013 ini, atau naik dibanding 2012 di posisi 488. Bank Mandiri memperoleh penjualan US$ 6,3 miliar dengan laba US$ 1,6 miliar. Adapun aset tercatat US$ 66 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 24 miliar.

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di peringkat kedua dengan menempati 461 dunia, atau naik dari tahun 2012 di peringkat 479. BRI memperoleh penjualan US$ 6 miliar dengan laba US$ 1,9 miliar. Adapun aset tercatat US$ 57 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 22,4 miliar.

3. PT Bank Central Asia Tbk di rangking 613 dunia, atau naik dibanding 2012 peringkat 700. dengan nilai penjualan USD 4 miliar, laba USD 1,2 miliar dan aset USD 46 miliar. BCA memperoleh penjualan US$ 4 miliar dengan laba US$ 1,2 miliar. Adapun aset tercatat US$ 46 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 27,1 miliar.

4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menempati ranking 685 dunia, naik dibandingkan 2012 di posisi 726. Telkom memperoleh penjualan US$ 8 miliar dengan laba US$ 0,7 miliar. Adapun aset tercatat US$ 11,5 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 21,4 miliar.

5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menempati peringkat 922 dunia, atau naik dari 2012 di rangking 969. BNI memperoleh penjualan US$ 3,2 miliar dengan laba US$ 0,7 miliar. Adapun aset tercatat US$ 34,6 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 9 miliar.

6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di rangking 1.188, naik dibanding 2012 di rangking 1.351. PGN memperoleh penjualan US$ 2,6 miliar dengan laba US$ 0,9 miliar. Adapun aset tercatat US$ 3,9 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 9,9 miliar.

7. PT Gudang Garam Tbk di rangking 1.378, naik dibanding 2012 di rangking 1.399. Gudang Garam memperoleh penjualan US$ 5,2 miliar dengan laba US$ 0,4 miliar. Adapun aset tercatat US$ 4,3 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 9,8 miliar.

8. PT Semen Indonesia Tbk di rangking 1.425, naik dibanding 2012 di rangking 1.674. Semen Indonesia memperoleh penjualan US$ 2,1 miliar dengan laba US$ 0,5 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2,8 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 11,2 miliar.

9. PT Bank Danamon Indonesia Tbk di rangking 1.453, naik dibanding 2012 di rangking 1.636. Danamon memperoleh penjualan US$ 2,5 miliar dengan laba US$ 0,4 miliar. Adapun aset tercatat US$ 16,1 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 5,9 miliar.


10 besar perusahaan terbesar dunia dalam jajaran 2.000 perusahaan publik berkinerja baik adalah

1. ICBC (Tiongkok) memperoleh penjualan US$ 134,8 miliar dengan laba US$ 37,8 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2.813 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 237 miliar.

2. China Construction Bank (Tiongkok) memperoleh penjualan US$ 113,1 miliar dengan laba US$ 30,6 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2.241 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 202 miliar.

3. JP Morgan Chase (AS) memperoleh penjualan US$ 108,2 miliar dengan laba US$ 21,3 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2.359 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 191 miliar.

4. General Electric (AS) memperoleh penjualan US$ 147,4 miliar dengan laba US$ 13,6 miliar. Adapun aset tercatat US$ 685 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 241 miliar.

5. Exxon Mobil (AS) memperoleh penjualan US$ 420 miliar dengan laba US$ 44 miliar. Adapun aset tercatat US$ 333 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 400 miliar.

6. HSBC Holdings (Inggris) memperoleh penjualan US$ 104 miliar dengan laba US$ 14 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2.684 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 201 miliar.

7. Royal Dutch Sheel (Belanda) memperoleh penjualan US$ 467 miliar dengan laba US$ 26 miliar. Adapun aset tercatat US$ 360 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 213 miliar.

8. Agricultural Bank of China (Tiongkok) memperoleh penjualan US$ 103 miliar dengan laba US$ 23 miliar. Adapun aset tercatat US$ 2.124 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 150 miliar.

9. Berkshire Hathaway (AS) memperoleh penjualan US$ 162 miliar dengan laba US$ 14 miliar. Adapun aset tercatat US$ 427 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 252 miliar.

10. PetroChina (Tiongkok) memperoleh penjualan US$ 308 miliar dengan laba US$ 18 miliar. Adapun aset tercatat US$ 347 miliar dan kapitalisasi pasar (market value) sebesar US$ 261 miliar.

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

Sumber:Forbes