Ilustrasi

Pemprov Jatim Berburu Cabai ke Daerah Produsen

Ilustrasi (Antara/Adiwinata Solihin)

Surabaya- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur (Jatim) dalam beberapa pekan terakhir memburu cabai di beberapa sentra produksi cabai di Indonesia yang selama ini dikenal memiliki stok cabai cukup banyak. Langkah ini ditempuh guna menekan harga cabai di Jatim. Namun sejauh ini, daerah-daerah penghasil cabai di beberapa provinsi seperti NTB dan Sulawesi Selatan saat ini juga mengalami kekurangan stok cabai.

Kepala Disperindag Jatim, Ardi Prasetyawan mengatakan dari upaya perburuan selama ini pihaknya hanya memperoleh pasokan cabai dari Gorontalo seharga Rp 67.000 per kilogram. "Cabai ini rencananya akan segera dilepas ke pasaran untuk menurunkan sedikit harga cabai di Jawa Timur," kata Ardi, Selasa (10/1).

Ardi menyebutkan selain dari daerah lain, pasokan cabai juga diperoleh dari daerah di Jatim. Namun, stoknya sangat sedikit dan tak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat di Jatim. Stok cabai di Jatim itu hanya diperoleh dari Pare, Kediri, Jatim dengan harga antara Rp 75.000-Rp 80.000. "Stok cabai dari Pare ini sangat sedikit, sehingga diperlukan stok dari daerah lain untuk melakukan stabilisasi harga," katanya.

Menurut dia, daerah-daerah lain di Jatim yang selama ini sebagai sentra produksi cabai dan selalu menjadi andalan Jatim seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Kediri, Mojokerto, Malang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, dan Madura saat ini produksinya juga menurun hingga 60-70 persen akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan cabai saat ini langka dan harganya naik.

Saat ini rata-rata harga cabai rawit di pasaran mencapai Rp 90.000 per kg. Sementara harga cabai merah besar Rp 29.000 dan cabai keriting Rp 42.000 per kg.

Selain faktor cuaca, penurunan produksi cabai juga disebabkan serangan hama penyakit. Seperti cabai rawit banyak dikonsumsi masyarakat rentan terserang penyakit. Karena serangan penyakit, tanaman cabai yang baru berbunga lekas mati.

Ardi mengungkapkan, perburuan cabai di daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki stok akan terus dilakukan, karena diprediksi kenaikan harga cabai akan berlangsung hingga menjelang awal Februari nanti saat dimulainya musim panen cabai di berbagai daerah termasuk di Jawa Timur.

"Panen raya akan terjadi pada bulan Februari sampai April dan nanti saat musim panen tiba harga akan kembali normal," ujarnya.

Sambil menunggu panen tiba, lanjut Ardi, pihaknya saat ini juga menggandeng dua BUMN untuk mengendalikan harga cabai di Jatim. "Kita bekerja sama dengan Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk melakukan stabilisasi harga di beberapa pasar di Jatim,” imbuh Ardi.



Investor Daily

Amrozi Amenan/PCN

Investor Daily