Penjualan Motor 2016 Gagal Capai Target i

Ilustrasi penjualan motor

Oleh: Rahajeng KH / HK | Selasa, 10 Januari 2017 | 21:40 WIB

Jakarta – Penjualan sepeda motor domestik turun 8,4% menjadi 5.931.285 unit pada 2016, dibandingkan 2015 sebanyak 6.480.155 unit. Jumlah itu di bawah target Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).

Ketua Bidang Komersial Aisi Sigit Kumala menuturkan, penurunan penjualan motor tahun lalu dipicu melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini tak lepas dari masih lemahnya pertumbuhan ekonomi nasional di level 5%.

“Pelemahan daya beli sangat terasa pada awal 2016. Ini membuat penjualan motor sulit naik,” ujar dia di Jakarta, Selasa (10/1).

Sementara itu, Desember 2016, penjualan motor turun 16% menjadi 437.764 unit, dibandingkan bulan sama 2015 sebanyak 520.400 unit. Jika dibandingkan November 2016, penjualan bulan lalu anjlok 23% dari 570.923 unit.

Sigit menilai, hal itu disebabkan strategi pengurangan distribusi yang dilakukan pabrikan motor. Ini dilakukan untuk mengantisipasi pergantian tahun. Biasanya, konsumen lebih memilih membeli motor tahun produksi baru ketimbang lama.

Berdasarkan data Aisi, konstelasi pasar motor domestik tidak berubah. Honda masih bercokol di posisi puncak dengan penjualan sebanyak 4.380.888 unit pada 2016, dengan pangsa pasar 74%. Yamaha berada di posisi kedua dengan penjualan 1.394.078 unit (23,5%), diikuti Kawasaki sebanyak 97.622 unit, Suzuki 56.824 unit, dan TVS 1.873 unit

Total penjualan motor tahun lalu mencapai 6.215.350 unit, turun 7,35% dari 2015 yakni 6.708.387 unit. Kontraksi ini lebih rendah karena volume ekspor naik siginifikan menjadi 284 ribu unit.






Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT