Jonan: Hilirisasi Mineral Harus Jalankan Enam Arahan Presiden

Ilustrasi Smelter (The Jakarta Globe/Yusuf Ahmad)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 11 Januari 2017 | 09:29 WIB

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengikuti rapat terbatas terkait hilirisasi mineral yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (10/1).

Rapat tersebut dimaksudkan untuk memastikan keberlangsungan kebijakan pemerintah terkait hilirisasi mineral sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Jonan mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, pelaksanaan kebijakan hilirisasi mineral harus mempertimbangkan bahwa Mineral dan Batubara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, peningkatan penerimaan negara, terciptanya lapangan Kerja bagi rakyat Indonesia, serta dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, memperhatikan iklim investasi yang kondusif, dan divestasi harus dilaksanakan hingga mencapai 51 persen.

"Itu arahan Presiden. Maka Pemerintah sekarang sedang menyiapkan peraturan untuk adanya penyesuaian terhadap PP nomor 23 tahun 2010 dan peraturan-peraturan pemerintah sebelumnya dibuat untuk memperjelas persetujuan hilirisasi satu dan lain hal terkait dengan arahan di atas," jelas Jonan.

Dalam pembahasan hilirisasi mineral kedepan, akan dipertegas beberapa kebijakan yang akan diatur dalam Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri ESDM, antara lain menyangkut, perubahan kontrak karya menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), kewajiban divestasi, perpanjangan waktu ekspor dengan kewajiban pembangunan smelter, luas wilayah usaha, kewajiban penyerapan bijih kadar rendah di dalam negeri, dan penetapan sanksi.

"Dengan adanya ketentuan tersebut diharapkan akan mendorong percepatan pelaksanaan hilirisasi mineral sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 4 Tahun 2009. Mudahan-mudahan dalam dua hari ini selesai," tambah Jonan.

Dukung Program Pemerintah

Menanggapi arahan Presiden Jokowi, Direktur Utama PT Petrokimia Gresik (PG), Nugroho Christijanto, mengatakan, pihaknya sebagai salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi.

"Kami berkomitmen mendukung rencana pembangunan pabrik pengolahan mineral atau smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan industri PG. Karena hasil samping smelter, yaitu asam sulfat, dapat dimanfaatkan oleh PG sebagai bahan baku pupuk NPK," kata Nugroho, Rabu (11/1).

"Oleh karena itu, kami siap menyerap asam sulfat hasil samping smelter PTFI. Dengan demikian, secara tidak langsung PTFI turut berperan dalam memperkuat kedaulatan pangan nasional," tambahnya.

Sebaliknya, lanjut Nugroho, asam sulfat jika tidak diolah lebih lanjut dapat berpotensi menjadi limbah. Penanganannya cukup sulit dan bisa berdampak terhadap lingkungan. Namun, kata dia, hal ini tidak akan menjadi masalah jika proyek smelter dibangun di kawasan industri PG.

Nugroho berpendapat, rencana proyek smelter PTFI (dengan kapasitas hasil samping asam sulfat sebesar 2 juta ton per tahun) di kawasan industri PG berpotensi untuk dapat dioptimalisasikan dan diintegrasikan dengan pabrik smelter eksisting milik PT Smelting.

"Berdasarkan Perjanjian Sewa Tanah antara PG dan PTFI pada Juni 2015, PG bertanggungjawab atas penyediaan lahan seluas 80 hektar untuk proyek smelter PTFI. Saat ini, lahan tersebut telah tersedia, baik dari aspek teknis maupun legalitas," kata Nugroho.

Selain lahan, lanjut dia, PG juga memiliki insfrastruktur pendukung, seperti pelabuhan untuk membongkar peralatan berat, ketersediaan pasokan air industri melalui proyek uprating atau peningkatan kapasitas air, dan berbagai sarana pendukung lainnya yang sudah tersedia.

"Keberadaan proyek smelter PTFI juga dipastikan dapat memberikan multiplier effect seperti serapan tenaga kerja, baik ahli ataupun kasar, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), dan berbagai manfaat positif lainnya," tambahnya.






Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT