Ini Kronologis Penghentian Operasional Tiger Airways di Bali i

Sejumlah pekerja menutup mesin pesawat yang parkir di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Antara Foto / Nyoman Budhiana

Oleh: Thresa Sandra Desfika / WBP | Rabu, 11 Januari 2017 | 19:07 WIB

Jakarta- Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IV menghentikan sementara operasional penerbangan Tiger Airways dari Bali menuju Australia pada Rabu (11/1). Maskapai penerbangan asing itu tidak memenuhi aturan dan izin yang diberikan Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Kepala Bagian Kerja sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Agoes Soebagio dalam siaran persnya, Rabu (11/1) menjelaskan kronologis bermula ketika maskapai Virgin Australia International Airlines PTY Ltd melakukan kerja sama (service agreement) dengan Tiger International Number 1 Pty Ltd, terkait penerbangan carter dari Australia ke Bali.

Pada 5 September 2016, Direktur Angkutan Udara Kemhub Maryati Karma melalui surat nomor AU.008/516/djpu.DAU-2016 tanggal 5 September 2016 menyetujui perpanjangan izin penerbangan carter Tiger Airways Australia untuk rute Adelaide- Denpasar, Melbourne – Denpasar, dan Perth – Denpasar yang berlaku mulai 30 Oktober 2016 – 25 Maret 2017. "Frekuensi penerbangannya adalah satu kali per hari," kata Agoes.

Berdasarkan surat izin itu, untuk penerbangan tersebut agar diajukan secara subjek per subjek dengan mengisi form flight approval disertai diplomatic clearance dan security clearance serta passenger manifest. Lalu, melaporkan hasil kegiatan penerbangan carter tersebut pada kesempatan pertama kepada Ditjen Perhubungan Udara sebagai bahan evaluasi.

Dalam penerbangan carter tersebut, maskapai Tiger Airways Australia hanya dapat menurunkan penumpang ke wilayah Indonesia dan menaikkan penumpang asal penerbangan yang diturunkan pada penerbangan sebelumnya (in-bound traffic).

Tiger Airways juga tidak boleh menjual tiket penerbangan di Indonesia, dan menyerahkan daftar penumpang (passenger manifest) pada setiap penerbangan kepada penyelenggara bandara atau kantor otoritas bandar udara setempat.

Dari hasil pengawasan OBU Wilayah IV, dalam pelaksanaannya, penumpang memang hanya bisa booking tiket di Australia. Namun calon penumpang masih bisa memesan tiket satu arah penerbangan saja (one way). Artinya, penumpang yang sebelumnya datang dengan maskapai Tiger Airways Australia ada kemungkinan tidak kembali ke Australia dengan maskapai tersebut.

Sementara itu, pihak Tiger Airways Australia menyatakan akan melakukan pengecekan terhadap hal tersebut.

Lebih jauh, OBU Wilayah IV juga meminta pihak maskapai Tiger Airways Australia menyerahkan service agreement atau charter agreement antara maskapai Virgin Australia International Airlines PTY Ltd dengan Tiger International Number 1 Pty Ltd, terkait penerbitan tiket oleh maskapai Tiger Airways Australia. Karena, pada dasarnya, maskapai Virgin Australia menyewa maskapai Tiger Airways Australia, sehingga seharusnya maskapai Virgin Australia yang berhak menjual tiket.

Dengan adanya temuan pelanggaran tersebut, OBU Wilayah IV melakukan komunikasi dengan pihak maskapai Tiger Airways Australia untuk meminta penjelasan tentang temuan yang didapat oleh tim OBU Wilayah IV.

OBU Wilayah IV memutuskan menghentikan operasional sementara penerbangan carter Tiger Airways Australia dari tiga kota di Australia tersebut menuju Denpasar, hingga maskapai Tiger Airways Australia memberikan penjelasan resmi dan mematuhi aturan dalam izin yang telah diberikan. ”Atas penghentian penerbangan tersebut oleh OBU Wilayah IV, para penumpang dialihkan ke penerbangan Virgin Australia dan sebagian lagi diinapkan di hotel,” pungkas Agoes.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT