Both Sour Sally Mini di pameran International Franchise Expo (IFRA) yang akan diadakan pada tanggal 19-21 Mei 2017 ini di Hall A , JHCC.

Bisnis Waralaba Sangat Menjanjikan di Indonesia

Both Sour Sally Mini di pameran International Franchise Expo (IFRA) yang akan diadakan pada tanggal 19-21 Mei 2017 ini di Hall A , JHCC. (Istimewa)

Jakarta - Bisnis waralaba masih menjadi bisnis yang paling menjanjikan di Indonesia. Bahkan bisnis waralaba bisa menjadi kekuatan ekonomi Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan saat ini terdapat 700 jenis waralaba dengan 25.000 gerai yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut 63 persen merupakan waralaba lokal dan sisanya asing.

Bisnis waralaba juga menyerap tenaga kerja sebanyak 90.000 orang. Omzet bisnis waralaba mencapai Rp 172 triliun per tahun dan masih berpotensi naik 10 persen per tahun.

Jenis sektor waralaba yang paling diminati adalah makanan dan minuman, pendidikan, kecantikan dan kesehatan.

"Bisnis waralaba masih menjanjikan di Indonesia dan berpotensi terus berkembang," ujar dia ketika ditemui dalam pembukaan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) di Jakarta, Jumat (18/5).

Kemdag terus mendorong bisnis waralaba sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 42 tahun 2007, Kemendag siap membantu para pelaku waralaba dengan memberikan pembinaan dan pelatihan.

Jika bisnis waralaba diberikan akses maka ekonomi jauh lebih baik dan Indonesia menjadi lebih maju. Beberapa franchise lokal yang sudah ekspansi ke luar negeri adalah Alfamart, Kebab Baba Rafi dan Es Teler 77. Pihaknya terus mendorong agar pelaku bisnis waralaba terus mengembangkan bisnisnya di luar negeri.

"Kemdag dorong terus bisnis waralaba lokal agar mengembangkan bisnisnya di luar negeri untuk meningkatkan nilai tambah Indonesia," ujar dia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan bahwa kreativitas masyarakat Indonesia dalam mencari peluang-peluang ekonomi sangat besar. Peluang ekonomi tersebut didapatkan dari bisnis waralaba.

AFI mengadakan International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) di JCC Jakarta dari tanggal 19-21 Mei.

Melalui IFRA ini, pihaknya ingin memberikan informasi dan edukasi yang lebih baik kepada berbagai lapisan masyarakat yang mencari peluang-peluang ekonomi, terutama dari sektor waralaba. AFI mengajak masyarakat untuk berani melirik peluang menjadi pengusaha.

Berbagai peluang waralaba yang akan hadir pada IFRA kali ini adalah di bidang otomotif, makanan dan minuman, waralaba travel, properti, pendidikan, logistik, spa dan kesehatan, hiburan, dan lain-lain. Sebanyak 150 perusahaan dengan 350 merek hadir meramaikan pameran IFRA 2017.

Mengusung tema “Take A Chance To Become An Entrepreneur”, AFI mengajak anggotanya serta para calon pengusaha waralaba baru untuk mengembangkan bisnis mereka tidak hanya di level nasional, tetapi juga menyasar peluang di kawasan ASEAN.

"Hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diharapkan akan mendorong ekspansi bisnis waralaba Indonesia ke berbagai negara di Asia Tenggara, bahkan dunia," ujar dia.

Ia mengatakan kehadiran MEA jangan dilihat sebagai ancaman akan serbuan franchise asing ke Indonesia. Sebaliknya MEA dijadikan untuk penetrasi bisnis ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.

AFI juga mendorong para pelaku untuk melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan teknologi digital. Hal ini bisa dilakukan melalui pemanfaatan berbagai platform media sosial yang ada untuk mendukung kampanye digital, atau bisa pula dilakukan dengan membuat situs yang menyajikan informasi mengenai produk/jasa waralaba yang ditawarkan.

Nilai transaksi e-commerce diperkirakan mencapai US$25 miliar dan diprediksi terus meningkat hingga mencapai US$130 miliar pada 2020. Para pelaku usaha waralaba bisa ikut menikmati hal ini dengan terjun ke arah digital.

“Melalui pemanfaatan teknologi digital, para pelaku bahkan bisa memperluas target pasar mereka hingga ke seluruh dunia,” ujar Anang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IFRA 2017 diselengarakan melalui kerjasama dengan Dyandra Promosindo dan mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Franchising and Licensing Association (FLA) Singapura, Malaysia Franchise Association (MFA), Philippines Franchise Association (PFA).



Suara Pembaruan

Ridho Syukro/FMB

Suara Pembaruan