Menteri Perindustrian, MS Hidayat (ketiga kiri), Wakil Menteri Perhubungan yang juga Komisaris Utama Garuda Indonesia, Bambang Susantono (kedua kiri), Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (tengah), Ketua Umum KADIN, Suryo Bambang Sulisto (kiri), Chairman and CEO General Electric (GE), Jeffrey R Immelt (ketiga kanan), Deputy Chief of Mission Kedubes AS, Kristen F. Bauer (kedua kanan) dan Direktur Utama GMF AeroAsia, Richard Budihadianto (kanan), berbincang saat peluncuran "engine test cell" CFM56-7B di Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk semakin mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri penerbangan. Bekerja sama dengan General Electric (GE), Garuda meluncurkan CFM56-7B engine test cell untuk anak usaha Garuda, PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.


"Ini era baru Garuda. Kita tidak lagi hanya sebagai maskapai penerbangan, tapi bergerak di semua bidang industri penerbangan. Hari ini kami melakukan kolaborasi dengan GE untuk meningkatkan kualitas dalam merakukan perawatan pesawat," tutur Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, di GMF, Cengkareng, Banten, Rabu (20/2).

Peluncuran engine test cell jenis CFM56-7B ini ditandai dengan penandatangani prasasti oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, CEO GE Jeff Immelt, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Selain ketiganya, juga turut hadir Wakil Menteri Perhubungan yang juga Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Tbk Bambang Susantono, Ketua Umum KADIN Suryo Bambang Sulisto dan perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan dukungannya pada Garuda. "Ini era Garuda memasuki industri, tidak hanya sekedar operator. Kita mendkung," katanya. Kemenperin, lanjutnya, sedang mempertimbangkan memberikan insentif pajak kepada Garuda dalam memasukkan mesin-mesin tersebut.

Emir menjelaskan, engine test cell ini terdiri atas sebuah ruang besar di mana mesin pesawat akan digantung dan diukur melalui berbagai sensor yang menyerupai berbagai kondisi terbang yang nyata. Fasilitas yang merupakan hasil pengembangan bersama GE dengan produsen mesin jet CFM International ini, lanjut Emir, berfungsi menguji mesin pesawat guna memenuhi persyaratan ketat sebelum dipasang pada sayap pesawat.

"Ini merupakan langkah strategis bagi Garuda untuk mengembangkan kemampuan pemeliharaan dan servis mesin (engine shop capabilities) GMF AeroAsia dan untuk menjadi sebuah center of excellence dalam hal pemeliharaan dan servis mesin pesawat di ASEAN" kata Emir.


Apalagi, lanjutnya, pengembangan fasilitas ini melibatkan para teknisi GMF sehingga memberikan peluang untuk transfer teknologi dan ilmu kepada karyawan GMF.

Dengan fasilitas engine test cell, Garuda akan memelihara dan memperbaiki sendiri mesin dari Boeing 737-800. GMF juga akan memiliki full overhaul capability untuk mesin CFM56-7B di 2015 mendatang. "Sehingga mencapai kapasitas pemeliharaan 150 mesin per tahun untuk memenuhi kebutuhan pasar di 2016," paparnya.

Presiden Direktur GMF Richard Budihadianto menyampaikan saat ini terdapat 314 mesin CFM56-7B yang beroperasi di Indonesia dan 566 mesin di Asia Pasifik.


"Dengan jumlah penggunaan mesin yang meningkat 13 persen per tahun sampai 2020, potensi pasar yang dapat digarap GMF cukup besar," katanya.


Garuda sendiri telah memesan lebih dari 400 mesin pesawat buata GE dan CFM, seperti CFM56-7B, CFM56-5B, LEAP-1A, CF34-8C, dan GE90-115.

Sedangkan CEO GE Jeff Immelt menyatakan, pihaknya sangat menghargai kolaborasi ini. "Indonesia negara yang sangat penting. Garuda akan semakin kuat dan terus bertumbuh. Kami mendukung Garuda dalam langkah strategisnya untuk menjadi maskapai kelas dunia," katanya. Diakui Immelt, dunia penerbangan Indonesia sangat menjanjikan. "Jumlah orang bepergian terus meningkat dan sektor penerbangan akan terus brtumbuh," katanya.

Ditambahkannya, kemitraan dengan Garuda Indonesia tidak hanya dalam hal memberikan teknologi aviasi. "Kami juga membantu Garuda Indonesia untuk mengembangkan sumber daya manusianya melalui GE-Garuda Indonesia Leadership Development Program sebagai bagian dari komitmen kami untuk tumbuh dan berkembang bersama para customer kami dan mendorong pertumbuhan sektor aviasi," pungkasnya 

Suara Pembaruan

Penulis: Y-9/FMB

Sumber:Suara Pembaruan