Ilustrasi Bumi Plc

London - Pihak Bakrie Group menyatakan menyambut baik hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bumi Plc yang digelar di London, Kamis (21/2) waktu setempat. Hal tersebut dinyatakan lewat rilis mereka yang diterima hari ini.

Disebutkan, hasil RUPS itu memberikan sebuah mandat tegas kepada dewan (direksi Bumi) untuk mengembalikan nilai saham para pemegang saham dengan melanjutkan proposal pemisahan yang diajukan Bakrie Group. Lebih jauh, pihak Bakrie pun kini mendesak Nathaniel Rothschild dan kelompoknya untuk mendukung langkah itu.

Saat ini, menurut pihak Bakrie Group pula, mereka siap bekerja sama dengan dewan direksi serta menandatangani perjanjian definitif selambat-lambantnya pada 30 Mei, setelah pengumuman terkait Bumi pada 12 Februari lalu. Pihak Bakrie pun menegaskan telah membayar US$50 juta sebagai deposit, serta memiliki kesiapan dana untuk rencananya itu.

Disampaikan lagi, proposal Bakrie Group tersebut oleh dewan direksi (Bumi Plc) dihargai senilai US$580 juta, serta diyakini merupakan jalan terbaik untuk mengembalikan nilai saham kepada para pemegang saham.

"Hasil RUPSLB merupakan sebuah langkah penting ke depan bagi para pemilik saham, dan Bakrie Group sekarang akan melanjutkan proposal pemisahan sesegera mungkin. Terhadap Saudara Rothschild, upayanya dalam mengambilalih kontrol Bumi telah ditolak oleh para pemegang saham. Kami kini berharap beliau bergabung dengan langkah kami, untuk mengembalikan nilai Bumi dengan mendukung proposal kami," ujar Wakil Presiden Bakrie Group, Chris Fong, dalam rilis tersebut.

Lebih jauh, pihak Bakrie Group mengaku menyadari bahwa Nat Rothschild masih meyakini kalau tuduhannya (terhadap Bakrie) belum ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Terhadap hal itu, pihak Bakrie pun dengan tegas membantahnya. Bakrie Group menyatakan bahwa mereka selalu memandang serius persoalan seperti itu, bahkan auditor independen yang ditunjuk pengadilan Indonesia telah menjalankan pemeriksaan serta akan segera membeberkan laporannya.

Menurut pihak Bakrie Group pula, oleh karena isu bersejarah ini terkait langsung dengan perusahaan-perusahaan di Indonesia, penting artinya mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia, yang memang mereka dukung penuh. Ditegaskan lagi bahwa regulator pasar modal Inggris juga masih melanjutkan investigasi terhadap PT Bumi Resoucres Tbk (BUMI) dan pihak Bakrie meyakini prosenya berjalan lancar serta segera akan mendapatkan kesimpulan.

Untuk diketahui, 'adu' proposal antara Rothschild dengan Bakrie Group dinilai sebagai solusi untuk mengurai benang kusut konflik antara keduanya setelah sebelumnya Rothschild menginginkan pembersihan radikal di manajemen BUMI, perusahaan yang 29 persen sahamnya dimiliki Bumi Plc.  

Hal ini menyusul tuduhan penyimpangan dana di BUMI dan permintaan Rothschild untuk melakukan audit investigasi di perusahaan tambang tersebut. Namun Bakrie Group menuduh balik, bahwa tuduhan Rothschild soal penyimpangan dana  tidak berdasar. Justru Bakrie menuduh informasi soal tudingan penyimpangan itu setelah email Bakrie Group dan Samin Tan dibajak. Pelakunya ditengarai orang 'suruhan' Nathaniel.

Saat ini, Nathaniel Rothschild memiliki 11 persen saham Bumi Plc, perusahaan yang semula bernama Vallar Plc. Kepemilikan Rothschild lebih kecil dibandingkan Grup Bakrie dan Samin Tan masing-masing sebesar 23,8 persen. Sementara, Grup Recapital yang memiliki sekitar 13 persen saham di Bumi Plc sudah dijual, salah satunya ke keluarga Harry Tanoesoedibdjo. Sisanya 31,6 persen saham dimiliki publik.

Penulis:

Sumber:Bakrie Group