Belanja Fashion di e-Commerce Tumbuh Pesat

Belanja Fashion di e-Commerce Tumbuh Pesat
Snapchat
Harso Kurniawan / GOR Selasa, 24 Juli 2018 | 14:03 WIB

JAKARTA – Ramadan merupakan bulan berbelanja online (e-commerce) paling tinggi di Indonesia. Dari hasil riset Snapcart, 79,2% konsumen mengetahui dan mengikuti program spesial Ramadan dari situs-situs belanja online di Indonesia.

Adapun produk yang banyak dibeli selama Ramadan adalah fashion. Ini sejalan pertumbuhan pesat belanja fashion di e-commerce.

Felix Sugianto, business development director Snapcart Asia Pasifik menegaskan, media sosial merupakan media yang paling banyak diakses konsumen untuk mendapatkan informasi program Ramadan. Sebanyak 52% responden mengetahui program Ramadan dari media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter dan Youtube.

“Sementara itu, program Ramadan dari Shopee memperoleh awareness paling tinggi, diikuti oleh Tokopedia, Bukalapak, Lazada, JD.id, dan Blibli,” ujar dia di Jakarta, belum lama ini.

Riset Snapcart menunjukkan, pakaian dan aksesoris fashion masih menempati posisi paling tinggi, yakni 40%, diikuti produkproduk digital seperti games, aplikasi berbayar, asuransi online, dan lain-lain 28%, produk kosmetik dan kebutuhan personal 23%, gadget dan aksesoris 21%, produk kebutuhan rumah tangga 17%, sepatu 16%, pakaian dan perlengkapan bayi 15%, dan tas 15%.

“Ini sesuai dengan budaya orang Indonesia yang merayakan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri selalu dengan memakai baju baru. Yang menarik, kini berbelanja produk fashion semakin banyak dilakukan melalui situs belanja online,” ujar Soon Lee Lim, Chief Revenue Officer Snapcart Asia Pasifik.

Dari perspektif gender, untuk pria Indonesia, setelah membeli kebutuhan prioritas pertama pakaian dan fashion, prioritas keduanya adalah gadget dan aksesoris sebesar 16%. Hal ini berbeda dengan para perempuan.

Setelah membeli pakaian dan fashion, perempuan akan membeli kebutuhan personal dan kosmetika sebesar 21%. “Ini sebenarnya wajar juga, karena perempuan memang lebih memprioritaskan kosmetik daripada gadget. Sebaliknya, pria Indonesia lebih suka beli gadget setelah tercukupi beli pakaian,” kata Soon Lee Lim.



Sumber: Investor Daily