Skuad Chelsea saat menjuarai Champions League. Chelsea menjadi skuat yang paling boros mengeluarkan gaji untuk pemain. (AFP)
Rata-rata klub Premier League mengeluarkan 70 persen dari pendapatan mereka untuk membayar pemain.

Dalam catatan yang dikeluarkan oleh Deloitte mengenai keuangan sepak bola, Manchester City mengeluarkan lebih banyak dana untuk gaji dibanding apa yang mereka peroleh sepanjang musim 2010/11. Musim itu menjadi musim terakhir sebelum aturan mengenai klub yang berlaga di Eropa tak boleh memiliki pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan.

Gaji para pemain Premier League meningkat £201 juta (14%) menjadi nyaris £160 miliar. Nilai ini lebih dari 80 persen dari £241 juta yang diperoleh klub musim itu.

Klub asuhan Roberto Mancini ini adalah salah satu dari 11 klub yang menghabiskan pendapatan yang mereka peroleh untuk sektor gaji lebih dari 70 persen. Klub lain yang juga menghabiskan banyak dana untuk membayar pemain adalah Chelsea (84 persen) dan Liverpool (73 persen).

Perbandingan itu dianggap terlalu tinggi oleh Deloitte.

Manchester United memiliki prosentase terkecil dengan 46 persen - sementara itu rata-rata klub di liga mengeluarkan 70 persen dari pendapatan mereka untuk gaji.

Menurut salah satu direktur Deloitte Alan Switzer catatan itu terlalu tinggi bagi klub-klub.

"Jika rasio gaji dibanding pendapatan mencapai 70 persen atau lebih akan sulit untuk mengubahnya menjadi keuntungan. Itu terlalu tinggi bagi liga dan klub harus menurunkannya menjadi 60 persen. Chelsea dan Man.City adalah klub yang mencatat kerugian terbesar. Itulah mengapa keduanya harus banyak melakukan perubahan," papar Switzer.

Klub Premier League pembayar gaji terbesar musim 2010/11:

Chelsea - £191 (meningkat dari £174 di musim 2009/10).
Manchester City - £174 (£133)
Manchester United - £153 (£132)
Liverpool - £135 (£121)
Arsenal - £124 (£111)

(*) dalam juta

Penulis: