Paparan publik obligasi PT Impack Pratama Industri Tbk senilai Rp 500 miliar. Tampak (ki-ka) David Herman Liasdanu Direktur Legal, Umum & Sumber Daya Manusia PT. Impack Pratama Industri Tbk, Allend Wibowo Direktur Indepenen Operasional, Haryanto Tjiptodihardjo Direktur Utama, Lindawati Direktur Keuangan & Akutansi dan Janto Salim  Direktur Pemasaran.

Bunga Obligasi Impact Pratama Rp 500 M Ditawarkan 9,5-10,25%

Paparan publik obligasi PT Impack Pratama Industri Tbk senilai Rp 500 miliar. Tampak (ki-ka) David Herman Liasdanu Direktur Legal, Umum & Sumber Daya Manusia PT. Impack Pratama Industri Tbk, Allend Wibowo Direktur Indepenen Operasional, Haryanto Tjiptodihardjo Direktur Utama, Lindawati Direktur Keuangan & Akutansi dan Janto Salim Direktur Pemasaran. (Whisnu Bagus)

Jakarta – PT Impack Pratama Industri Tbk, emiten produsen bahan bangunan dan barang plastik menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar yang terdiri dari dua seri. Dananya digunakan untuk menambah modal kerja dan pelunasan utang.

"Dengan pengalaman dan track record selama 35 tahun, kami optimistis obligasi ini akan mendapatkan respons positif dari investor,” ungkap Direktur Utama Impact Pratama industri Haryanto Tjiptodihardjo di sela paparan publik obligasi perseroan di Jakarta, Senin (7/11).

Obligasi I Impack Pratama Industri Tahun 2016 yang mendapatkan peringkat idA- dari Pefindo ini diterbitkan dalam dua seri yaitu, Seri A berjangka waktu tiga tahun dengan kisaran bunga 9,50 persen - 10,00 persen. Sementara Seri B berjangka waktu lima tahun dengan kisaran bunga 9,75 persen - 10,25 persen. Adapum bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT BCA Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani.

Haryanto mengatakan, dana obligasi akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan dan anak usaha di samping untuk pelunasan utang.

Menurutnya, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2017 sebesar Rp 145 miliar. Sumber pembiayaan capex akan diambil dari obligasi sebesar Rp 117 miliar dan sisanya kas internal. Sementara dana capex digunakan untuk membeli tanah dan bangunan sekitar Rp 66 miliar dan mesin Rp 46 miliar di kawasan Cikarang, Bekasi. "Rencananya akan digunakan untuk pabrik atau gudang," kata dia.

Sementaran pendapatan 2017 ditargetkan Rp 1,148 triliun dengan laba bersih Rp 128 miliar.

Direktur Utama PT BCA Sekuritas Mardy Sutanto mengatakan, obligasi korporat dengan peringkat A-, kisaran suku bunganya rata-rata 300 - 350 basis poin di atas obligasi negara yang saat ini di kisaran 6,8 persen. "Obligasi Impact Pratama industri yang menawarkan dua seri berkisar 9,5 persen sampai 10,25 persen, mencerminkan kondisi pasar saat ini, dan diharapkan terserap investor," kata Mardy.

Selama semester I tahun 2016, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 563,1 miliar dengan laba tahun berjalan sebesar Rp 71,1 miliar. Untuk periode selama sembilan bulan tahun 2016, perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp 848,5 miliar dengan laba periode berjalan Rp 106,0 miliar.



Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

BeritaSatu.com