Industri "Wealth Management" Butuh SDM Berkualitas

Industri
Investor memantau perdagangan indeks. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROSA ( Foto: ID / ID )
Indah Pujiastuti / FW Senin, 5 Desember 2016 | 09:33 WIB

Jakarta - Tumbuhnya perekonomian dalam negeri diikuti pula oleh meningkatnyajumlah orang kaya. Berdasarkan data rekening yang berpendapatan hingga miliaran rupiah  tercatat sangat besar jumlahnya. Di antara mereka lebih banyak menempatkan dananya di deposito. Padahal dalam industri finansial terdapat banyak sekali produk penempatan dana yang tak kalah menariknya dari deposito.

Edukasi menjadi hal penting dalam mengubah mindset tersebut. Oleh karena itu, banyak perusahaan finansial yang mengikutsertakan para eksekutifnya mengikuti pendidikan seperti CWMA.

"Kita membutuhkan tenaga - tenaga yang berkompetensi di bidang wealth management," ujar Director of Consulting & Research Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Dr. Willem A. Makaliwe disela acara Ceremony International Certified Wealth Manager Program Fall Class 2016 - Batch 28.

Dengan mengikuti pendidikan, wealth manager memperoleh wawasan yang lebih serta mampu memberikan panduan investasi. Menurut Willem dengan mengikuti pendidikan para wealth manager dapat memberikan edukasi kepada investor. "Para investor jadi tahu produk finansial lainnya, kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut dan tahu resikonya," terang Willem.

Ditambah lagi dengan kondisi perekonomian yang masih fluktuatif,  banyak investor makin curious terhadap pergerakan pasar ke depannya. Berbekal dengan wawasan dan pengalaman yang luas dalam mengikuti pendidikan, para wealth managers mampu memberikan guidance kepada investor terhadap kondisi ekonomi seperti saat ini. Sehingga investor merasa tenang dalam menghadapi gejolak yang terjadi.

Oleh karena itu pendidikan sangatlah penting selain menarik investor, juga menarik masyarakat yang belum melek finansial. Willem berharap semakin banyak masyarakat khususnya pelaku bisnis haus akan informasi dan pendidikan terkait industri wealth management. Sehingga ujung-ujungnya masyarakat menjadi tertarik dan menaruh dananya pada instrumen finansial yang ada.



Sumber: Majalah Investor
CLOSE