Jual Saham Anak Usaha, Waskita Bidik Rp 10 T

Jual Saham Anak Usaha, Waskita Bidik Rp 10 T
PT.Waskita Karya ( Foto: Istimewa )
Muhammad Rausyan Fikry / GOR Minggu, 19 Maret 2017 | 00:16 WIB

JAKARTA – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) bakal menjual sebagian saham dua anak usahanya tahun ini senilai Rp 10 triliun. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/ capex) 2017 yang mencapai Rp 32 triliun.

Direktur Keuangan Waskita Karya Tunggul Rajagukguk menjelaskan, dua anak usaha Waskita bakal melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non- HMETD) atau non-preemptive rights issue yang nantinya akan dibeli oleh investor strategis. Waskita tidak akan mengeksekusi saham baru yang diterbitkan anak usahanya tersebut.

“Kami menargetkan ekuitas Waskita tahun ini meningkat jadi Rp 30 triliun,” kata dia di Jakarta, Jumat (17/3). Jumlah ekuitas Waskita saat ini sebesar Rp 16,7 triliun.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan menargetkan dana sebesar Rp 7-8 triliun dari penjualan saham PT Waskita Toll Road kepada investor baru. Sementara Tunggul belum bisa mengungkapkan satu anak usaha lainnya yang akan dilepas kepada investor.

Saat ini, Waskita memiliki sebesar 70,93% saham Waskita Toll Road. Dia memastikan bahwa setelah aksi non-preemptive rights issue Waskita akan tetap menjadi pemegang saham terbesar di dua anak usahanya.

Selain dengan menjual saham anak usahanya, ekuitas Waskita akan meningkat ekuitasnya melalui laba bersih. Tahun ini Waskita menargetkan laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun.

Waskita Karya berencana menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi sebesar Rp 10 triliun. Untuk tahap pertama Waskita akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 4-5 triliun.

PUB Obligasi baru Waskita diharapkan mulai terbit pada Mei 2017. Perseroan masih melakukan beauty contest untuk menentukan penjamin emisi (underwriter) obligasi tersebut. Menurut Tunggul, Waskita memutuskan untuk membatalkan penerbitan sisa emisi PUB obligasi sebelumnya sebesar Rp 400 miliar.

Untuk menggenapi kebutuhan capex tahun ini, Waskita akan menggunakan pinjaman bank sekitar Rp 14 triliun. Saat ini perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman dari sebanyak enam perbankan.

Secara umum, dia menjelaskan, Waskita telah memiliki fasilitas pinjaman untuk sejumlah proyek jalan tolnya. Dia mencontohkan fasilitas pinjaman yang sudah dimiliki untuk proyek tol Pejagan – Pemalang. “Cuma pencairannya bertahap sesuai progress,” ujar Tunggul.

Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Choliq mengatakan, Waskita menargetkan kontrak baru sebesar Rp 80 triliun tahun ini.

Hingga Februari Waskita telah mengantongi kontrak baru sebesar 8,6%, atau hampir mencapai 11% dari total target tahun ini. Sementara itu pendapatan perseroan 2017 diproyeksikan sebesar Rp 39 triliun. Waskita telah merealisasikan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun hingga Februari 2017.

“Laba bersih kita targetkan Rp 3,5 triliun, sampai Februari sudah terealisasi Rp 350 miliar,” lanjutnya.

Hingga sekarang Waskita memiliki proyek jalan tol sepanjang 960,2 kilometer (km). Seluruh proyek tersebut telah ditandantangani oleh perseroan dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Pada masa mendatang, Waskita membidik proyek jalan tol baru sepanjang 800-900 km. Pereseroan membidik proyek dari tender sepanjang 194 m, amandemen BPJT sepanjan 86 km, inisiatif perseroan sepanjang 378 km dan akuisisi serta lainnya sepanjan 219 km.

Kemarin, pemegang saham Waskita Karya sepakat membagikan dividen sebesar Rp 513 miliar, atau sebesar RP 37,87 per saham sebagai dividen. Jumlah itu setara dengan 30% dari total laba bersih tahun lalu sebesara Rp 1,7 triliun. (fik)



Sumber: Investor Daily