KMI Wire and Cable Lebih Ekspansif

KMI Wire and Cable Lebih Ekspansif
KMI Cable and Wire. (Sumber: kmiwire.com)
Devie Kania / GOR Minggu, 7 Mei 2017 | 13:56 WIB

JAKARTA -- KMI Wire and Cable Tbk (KBLI) menyiapkan belanja modal (capital expendicture/capex) sebesar US$ 8,3 juta pada 2017, naik 107,5% secara year on year (yoy) dibanding anggaran 2016 sekitar US$ 4 juta. Sebagian besar capex akan perseroan alokasikan untuk pembelian mesin dan pengadaan pabrik baru.

Presiden Direktur KMI Wire and Cable Tony Wong menyatakan, sepanjang tahun ini pihaknya menganggarkan kenaikan capex yang signifikan dibanding tahun 2016. Alokasi belanja modal diantaranya untuk peremajaan sejumlah mesin di pabrik yang sudah ada, penambahan pabrik, dan pembelian mesin baru.

"Juni mendatang, kami akan menambah pabrik baru dengan luas tanah sekitar 2.100 hektare (Ha) untuk menempatkan mesin baru. Cuma, kalau untuk operasional, mesin baru itu, mungkin baru dapat berproduksi mulai Oktober 2017," ujar Tony kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Sejalan dengan tambahan produksi mesin yang di pabrik yang baru, ia optimistis perseroan dapat meningkatkan kapasitas produksi yang akan menunjang penjualan. "Dari nominal capex yang sebesar US$ 8,3 juta, mayoritas kami gunakan untuk keperluan pembelian mesin di pabrik yang baru. Sedangkan, kalau untuk pabrik barunya, perseroan memutuskan untuk menyewa," ungkap dia.

Untuk pemenuhan dana capex tahun ini, ia mengakui, akan terdiri dari kas internal dan sisanya akan terpenuhi dari pinjaman bank. "Sejalan dengan bisnis, KMI Wire and Cable pun akan mengambil fasilitas L/C (letter of credit) dengan bank," papar Tony.

Adapun, pada 2017, KMI Wire and Cable menargetkan dapat memproduksi 30 ribu ton tembaga dan 20 ribu ton untuk alumunium. Sedangkan, sepanjang tahun lalu pencapaian produksi perseroan untuk keduanya, masing-masing 20 ribu ton dan 16 ribu ton.

Dari sisi bisnis, perseroan tidak hanya menggarap kabel untuk listrik tegangan rendah, tapi juga untuk jenis menengah dan tegangan tinggi. "Pada kuartal I lalu, kami membukukan kenaikan penjualan yang tidak sampai 1% (yoy). Namun, KMI Wire and Cable masih optimistis, karena industri kabel biasa lebih ramai saat kuartal III-IV,” jelas Tony.

Adapun, tahun ini perseroan menargetkan dapat membukukan kenaikan penjualan sekitar 15% (yoy), dari posisi Rp 2,77 triliun menjadi Rp 3,2 triliun pada akhir 2017.

Dari segi penjualan, ia mengakui, kontribusi dari distributor terhadap bisnis masih mendominasi. Sementara, bisnis dengan PT PLN (Persero) baru menyumbang porsi 40%. Namun, seiring dengan arah pembangunan oleh Pemerintah RI, ia meyakini, kontribusi penjualan KMI Wire and Cable kepada PLN akan melesat dalam tiga tahun ke depan. (dka)



Sumber: Investor Daily
CLOSE