Wika Setor Biaya KA Cepat Jakarta-Bandung Rp 1,2 T

Wika Setor Biaya KA Cepat Jakarta-Bandung  Rp 1,2 T
Konferensi Pers PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. ( Foto: Beritasatu.com/Anggita Muslimah )
Thresa Sandra Desfika / Eko Adityo / GOR Selasa, 30 Mei 2017 | 14:16 WIB

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Wika) Tbk berencana menyetorkan modal tahap kedua senilai Rp 1,2 triliun kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada Juni 2017 melalui konsorsium BUMN, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Setoran modal itu untuk membiayai pembangunan proyek KA cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama Wika Bintang Perbowo menjelaskan, semua perusahaan yang tergabung dalam konsorsium BUMN itu, yakni PT KAI, PTPN VIII, PT Jasa Marga, dan Wika memang berencana melakukan penyetoran modal tahap kedua serentak pada Juni ini. Pada tahap pertama, Wika menginjeksikan modal kepada KCIC sekitar Rp 700 miliar. Sedangkan, secara keseluruhan, Wika akan menyetorkan modal senilai Rp 4 triliun.

“Jadi akan terbagi tiga atau empat tahap penyetoran modalnya. Tahun ini, kami sekitar Rp 1,2 triliun dan tahun depan juga kira-kira sama jumlahnya. Kami jumlahnya total Rp 4 triliun,” jelas Bintang di Jakarta, Senin (29/5).

Terkait dengan konstruksi, dia mengatakan, saat ini pengerjaan pembangunan proyek prasarana kereta cepat sepanjang 142,3 kilometer sedang berlangsung. Dia menjelaskan, pengerjaan konstruksi proyek prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung baru berupa galian persiapan pembuatan terowongan di Walini, Jawa Barat.

“Konstruksi belum banyak karena kami mulai dari lahan-lahan yang sudah bebas di dalam. Jadi, enggak kelihatan,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, alat-alat berat untuk pengerjaan konstruksi sudah berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Bintang mengatakan, pengeluaran alat-alat berat tersebut menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani agar tidak dikenakan bea masuk, mengingat peralatan itu akan dikembalikan ke Tiongkok setelah selesai digunakan.

Bintang menjelaskan, meski sudah ada penandatanganan pinjaman dari China Development Bank sebesar US$ 4,5 miliar pada 14 Mei 2017 lalu, saat ini pencairan dananya belum bisa dilakukan lantaran masih ada pemenuhan sejumlah aspek administratif . “Ya seperti kalau Anda kredit untuk rumah, kan ada NPWP atau administrasi lainnya. Ini bukan analisis lagi,” imbuh dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN Pontas Tambunan mengatakan, proses pembebasan lahan KA cepat masih terus ditindaklanjuti dan harus diselesaikan terlebih dahulu.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan membenarkan, pembebasan lahan proyek prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung baru 53%. Akan tetapi, dia enggan menjelaskan, hal tersebut secara lebih lanjut.

Sebelumnya, SM Corporate Communication PT KCIC Febrianto menambahkan, pembangunan kereta cepat di sekitar tol Jakarta-Cikampek akan mulai dilakukan pada Agustus 2017. Konstruksi akan dilakukan di lokasi yang lahannya telah dibebaskan. "Kami cari lahan yang panjang, seperti lahan di Walini sepanjang 5 km, lalu milik Perhutani sepanjang 10 km, dan Jasa Marga. Kami utamakan yang panjang dulu. Kalau hanya 100 meter percuma buat kontraktornya," tutur dia. (esa/ean)



Sumber: Investor Daily
CLOSE