Obrolan dengan Munir tentang Budaya dan Teknologi dengan Hati

Romo Budi bersama dengan kawan-kawan seniman budayawan Tosan Aji Budaya Community di Pendopo Rumah Dinas Kabupaten Semarang ()

Oleh: Romo Aloys Budi Purnomo Pr / GOR | Jumat, 6 Oktober 2017 | 22:07 WIB

SEMARANG- Kamis malam (05/10/2017), pukul 21.41 WIB menurut jam di perangkat saya, seseorang yang nomornya belum tersimpan di perangkatku mengirim pesan melalui WhatsApp padaku. Dia menulis dalam bahasa Jawa dan kadang Indonesia.

Saya baru membaca pesan tersebut dan segera menjawabnya pada pukul 21:56 WIB. Begitulah dialog melalui WA itu terus berlangsung hingga pukul 23.31 WIB.

Obrolan itu seputar budaya dan teknologi. Beliau bernama Munir, kusebut Mas Munir (MM). Ngobrol denganku Romo Budi (RB). Berikut obrolan selengkapnya.

MM: Selamat malam Romo, nama saya Munir. Badhe tanglet kalih panjenengan, menurut panjenengan budaya niku nopo? (Mau tanya pada Romo, budya itu apa?) Kenapa budaya harus dilestarikan? Suwun (Terima kasih). (Simbol tangan menyembah tiga kali).

RB: Mas Munir yang terkasih, menurut saya, kebudayaan adalah anugerah Allah dan hasil karya manusia mengenai segala hal yang baik, indah, suci dan berguna bagi kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya, kebudayaan harus disyukuri, dijaga dilestarikan dan diperkembangkan demi terwujudnya peradaban kasih bagi masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman, apa pun agamanya.

MM: Tapi ini Romo, keresahan saya sebagai pemuda. Adanya sebuah teknologi yang canggih yang memudahkan manusia dalam mengerjakan setiap kegiatan, dari segi keuntungan memang menguntungkan manusia. Tap dari situ ketika saya mengamati malah seakan memecah belah kebudayaan. Berawal dari manusia yang dikatakan sebagai makhluk sosial dan selalu membutuhkan bantuan orang lain, karena adanya teknologi mereka sudah tidak membutuhkan bantuan orang lain dan mmpu mengerjakan sendiri.

Kemudian dari situ karena setiap manusia mampu mengerjakan kebutuhan sendiri menjadikan tidak adany prkumpulan dan sedikit demi sedikit menjadikan lunturnya budaya yang ada. Kados ngoten pripun Romo?

RB: Sebagai sebuah hasil karya manusia, teknologi pasti memiliki sisi positif dan bermanfaat. Teknologi membawa kemajuan dan kemudahan. Komunikasi diperlancar. Dunia yang luas dan jauh menjadi sempit dan dekat seperti desa kecil. Yang menimbulkan kesedihan dan keprihatinan bukan hasil teknologi dan kemajuannya, melainkan oknum manusianya yang menyalahgunakan teknologi untuk kepentingan sendiri dan sesaat.

Teknologi yang mestinya mendekatkan satu sama lain justru memisahkan dan menjauhkan satu sama lain sebab oknum manusia menyalahgunakannya. Tentu tidak bisa digeneralisir bahwa manusia menyalahgunakan teknologi maka saya sebut oknum manusia. Yang penting adalah sikap ugahari dan menggunakan hati dalam teknologi. Itulah keunggulan manusia yakni dianugerahi hati dan budi untuk bijaksana menggunakan teknologi sebagai salah satu buah kebudayaan.

MM: Ngoten nggih Romo (Begitu ya Romo).

RB: Lah nggih ta Mas. Contoh paling mudah. Dengan teknologi kita bisa komunikasi saat ini. Ndak tahu panjenengan dapat nomor saya dari mana hehe, tapi kita bisa saling berbagi gagasan. Itu contoh sederhana dampak teknologi yang positif. Tetapi, penyalahgunaan teknologi oleh oknum manusia bisa membuat kita terpecah belah oleh hoax, hate speech dan sejenisnya. Oknum manusia menggunakan teknologi secara hedonistik, egoistik, dan kapitalistik. Akibatnya oknum manusia kehilangan hati dan budi yang peduli, yang mengasihi dan yang seharusnya saling menghargai.

MM: Saya ikut Pelita (Persaudaraan Lintas Agama), Gusdurian, dan juga Budaya Community Romo [Kebetulan saya pribadi terlibat di dalam komunitas-komunitas tersebut.]. Saya juga sering ikut acara-acara itu, maka saya tahu panjenengan, tapi belum pernah ngobrol dengan panjenengan. Hehehe. Terima kasih sudah diberi pandangan Romo. Kapan-kapan saya bertanya lagi ya... Hehehe

RB: O gitu njih. Baguslah Mas Munir. Terima kasih juga dipercaya untuk ngobrol hehe. Selamat beristirahat. Barokallah. Gusti paring berkah.

MM: Aamiin. Aamiin. Ingin bisa membangkitkan semangat pemuda di desa.

RB: Bagus Mas. Harus diwujudkan! Nanti bisa kerjasama dengan banyak pihak. Kapan-kapan bisa diobrolkan lagi ya hehe. Sekarang istirahat dulu hehe

MM: Baik romo, terima kasih banyak pencerahannya romo.

Itulah obrolan itu. Kubagikan di sini. Semoga bermanfaat bagi kita. Salam sejahtera.***




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT