Jokowi Bersilaturahmi dengan Pimpinan Ponpes Se-NTB

Joko Widodo. (Beritasatu TV)

Oleh: Novy Lumanauw / GOR | Jumat, 20 Oktober 2017 | 07:13 WIB

LOMBOK TENGAH – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) se Provinsi Nusa Tenggara Barat di Pondok Pesantren Qamarul Huda Bagu, Kabupaten Lombok Tengah.

“Saya ingin menyadarkan kita semua, bahwa negara kita Indonesia adalah negara besar, yang memiliki 17 ribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke,” kata Presiden Jokowi di Lombok Tengah, Kamis (19/10).

Jokowi hadir bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Seskab Pramono Anung, dan Gubernur NTB Zainul Majdi. Ponpes Qamarul Huda merupakan salah satu dari 700 Ponpes Nahdlatul Ulama di NTB.

Presiden Jokowi kebesaran negara kesatuan Republik Indonesia tidak pernah disadari rakyatnya.

“Betapa kita sangat beragam, berbeda suku, agama, dan bahasa. Itulah kenyataan yang diberikan anugerah Allah kepada bangsa Indonesia. Kita ajak kita terus membangun persatuan. Membangun ukhuwa Islamiya, ukhuwa wathaniya, dan basariya,” kata Presiden Jokowi.

Dia mengatakan, kebersamaan Indonesia sebagai Negara plural terus disampaikannya kepada para pemimpin dunia di berbagai forum pertemuan. “Indonesia adalah negara besar dan sangat beragam,” katanya.

Kampanye Toleransi
Presiden Jokow giat mengampanyekan kepada para pemimpin dunia tentang moderasi dan toleransi Islam di negeri ini. Presiden Jokowi mengatakan, moderasi Islam sangat penting untuk memperkokoh toleransi antarumat beragama dan mencegah timbulnya fenomena mengkafirkan sesama anak bangsa.

”Tahun lalu, pada saat saya bertemu Yang Mulia Grand Syekh Al Azhar di Jakarta, pada bulan Februari 2016, beliau menyampaikan kepada saya tentang pentingnya moderasi Islam. Beliau menyampaikan betapa pentingnya toleransi,” kata Presiden Jokowi pada penutupan Konferensi Internasional Alumni Al Azhar dan Multaqah
Nasional IV di Islamic Center di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (19/10).

Pada 22 Februari 2016, Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Grand Syekh Al Azhar Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb di Istana Merdeka, Jakarta. Saat itu, Grand Syekh bertemu Presiden Jokowi didampingi Majelis Hukama Al Muslimin.

Dia mengatakan, pada pertemuan itu, Grand Syech secara khusus menyampaikan tentang pentingnya toleransi. “Dari banyak hal yang beliau sampaikan, saya mengetahui betul pemikiran-pemikiran besar Al Azhar mengenai moderasi Islam,” kata Presiden Jokowi.

Menurut dia, aktivitas itu dilakukannya juga saat bertemu kepala negara/kepala pemerintahan pada berbagai konferensi, baik di dalam maupun luar negeri. 




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT