Tingkatkan CASA, Muamalat Luncurkan Program Tabungan Haji

Logo Bank Muamalat (ist) ()

Oleh: Nida Sahara / GOR | Rabu, 29 November 2017 | 16:02 WIB

JAKARTA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk kembali meluncurkan program Rezeki Haji Berkah (RHB) periode 2017-2018. Program tabungan haji tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan porsi dana murah (current account saving account/CASA) perseroan.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan umroh gratis kepada nasabah yang memiliki Tabungan iB Haji dan Umrah. Ke depan, pihaknya tidak merencanakan bisnis baru, tapi sebagai langkah awal pihaknya akan menekan biaya dana (cost of fund).

"Salah satu strateginya antara lain dengan meningkatkan CASA, tabungan ini juga sebagai langkah meningkatkan dana murah," kata Permana di Jakarta, Selasa (28/11).

Sementara itu, Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat Purnomo B Soetadi mengatakan, program RHB merupakan salah satu kontributor dalam pencapaian pertumbuhan dana tabungan low cost fund Bank Muamalat. Terbukti, rata-rata volume Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah tumbuh hingga 10 lipat setelah program RHB periode pertama diluncurkan.

"Sejak tahun 2014, rata-rata pertumbuhan Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah dari 2014-2017 adalah Rp 100 miliar pertumbuhan setiap tahun, dengan total dana kelolaan Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah saat ini adalah Rp 1,2 triliun," ungkap Purnomo.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis program RHB dapat menjadi first gate bagi masyarakat untuk berbank bersama Bank Muamalat, serta mendukung capaian target dana tabungan low cost fund pada akhir tahun 2018 dari lebih 430 ribu nasabah existing Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah.

Program RHB diperuntukkan khusus bagi nasabah Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah untuk tabungan setoran awal dan pelunasan, serta rencana keuangan haji lainnya dengan kriteria, saldo tabungan minimal Rp 5 juta (baik dari Tabungan iB Muamalat Haji dan Umrah, maupun kombinasi Tabungan iB Muamalat Rencana), dan nasabah pengguna fasilitas standing instruction (setoran bulanan otomatis/autodebet) dari rekening Tabungan iB Muamalat, minimal Rp 100 ribu/bulan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, sampai dengan Oktober 2017 dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun mencapai Rp 46,26 triliun. Sedangkan porsi CASA baru sekitar Rp 16,71 triliun atau sekitar 36,12% terhadap total DPK perseroan.

Permana menambahkan, selain dari tabungan nasabah, perseroan juga mendapat jatah dana haji yang disalurkan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), sekitar Rp 10 miliar yang masuk rekening giro. Sisanya masuk deposito BPKH yang termasuk high cost of fund.

Sementara itu, untuk meningkatkan pembiayaan perseroan, Bank Muamalat mulai masuk ke segmen usaha kecil dan menengah (UKM) dari sebelumnya fokus pada pembiayaan komersial. Selain itu, Permana mengatakan, pihaknya akan masuk ke pembiayaan proyek pemerintah baik infrastruktur maupun noninfrastruktur.

Hingga Oktober tahun ini, perseroan telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 40,43 triliun, atau hanya tumbuh 2,22% secara tahunan atau year on year (yoy). Sedangkan untuk rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan turun dari 12,75% pada kuartal III-2016 menjadi 11,58% pada kuartal III-2017.




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT