OJK Minta Keterangan soal Konsorsium Investor Bank Muamalat

OJK Minta Keterangan soal Konsorsium Investor Bank Muamalat
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Aris Cahyadi / GOR Jumat, 28 September 2018 | 08:57 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan meminta keterangan kepada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mengenai adanya konsorsium yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan permodalannya. Pasalnya OJK mengaku menerima informasi adanya konsorsium yang dibentuk untuk menyuntikkan modal ke bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

“Kami OJK menerima informasi akan ada konsorsium yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan permodalan Bank Muamalat sehingga OJK akan meminta informasi dari Bank Muamalat mengenai hal ini, karena kami tidak akan meminta informasi dari konsorsium tetapi dari bank sehingga bank lah yang harus memberi informasi kepada kami,” kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo di Jakarta, Kamis (27/9).

Menurut Anto, OJK mempersilahkan siapapun investor untuk dapat memperkuat permodalan Bank Muamalat sepanjang memenuhi tiga syarat. Ketiga syarat tersebut yakni, pertama adalah kredibel, karena tidak boleh industri keuangandipegang oleh orang yang tidak kredibel, mulai dari pemilik pengurus hingga pegawainya.

Kedua, investor yang akan masuk diharuskan memiliki keuangan yang cukup sehingga mampu mengembangkan usaha bank tersebut. Syarat ketiga, investor tak boleh melanggar ketentuan dari poin-poin pemegang saham perusahaan berbasis syariah. Seperti dana yang disetorkan tak boleh berasal dari utang dan bukan merupakan babian dari tindak pencucian yang (money laundering).

Anto menegaskan, OJK tidak akan mempengaruhi pihak yang akan jadi pemegang saham baru Bank Muamalat. Semua mekanismenya semata-mata business to business dan harus profesional. “Yang penting cocok dan sepakat, go ahead. Tetapi kami akan lihat skemanya, caranya, sumbernya,” jelas Anto.

Lebih lanjut Anto menambahkan, kondisi Bank Muamalat saat ini masih beroperasi secara normal, tetapi sebagai istitusi OJK harus memastikan perusahaan tersebut berjalan dengan baik dan bisa mengembangkan dirinya untuk menjalankan fungsi intermediasi.

“Untuk menjalankan fungsi tersebut mereka perlu tambahan modal, kami sudah meminta pemegang saham saat ini untuk menambah modal, tetapi belum ada indikasi pemegang saham mampu menambah modal, konsekuensinya berarti harus mengundang investor baru,” jelas Anto.

Adapun berdasarkan informasi yang diperoleh Investor Daily, konsorsium tersebut dipimpin oleh Ilham Habibie ini beranggotakan beberapa pengusaha seperti Arifin Panigoro, Dato’ Sri Tahir, dan Lynx Asia. Nantinya masuknya konsorsium ke Bank Muamalat ini akan melalui rights issue. (*)



Sumber: Investor Daily
CLOSE