Angkor Wat, kompleks candi Hindu terbes di dunia yang terletak di Kamboja

Sydney - Sebuah kota di dari abad pertengahan yang sempat hilang 1200 tahun silam, ditemukan kembali di tengah pegunungan Kamboja oleh para arkeolog menggunakan teknologi laser dari atas udara.

Sebuah laporan dari Sydney Morning Herald (SMH), Sabtu (15/6), mengulas kota yang bernama Mahendraparvata, yang di dalamnya mencakup sejumlah kuil yang terlindungi oleh lebatnya hutan selama berabad-abad.

Ekspedisi yang berujung pada penemuan kota itu menggunakan sebuah alat yang dinamai Lidar. Alat yang digantungkan pada helikopter itu kemudian memindai sebuah gunung di sebelah utara Angkor Wat selama tujuh hari.

Pencarian mereka sendiri melewati wilayah Siem Reap, yang juga menjadi tempat berdirinya Angkor Wat, kompleks kuil hindu terbesar di dunia. Seorang wartawan dan fotografer SMH terlibat dalam ekspedisi itu.

Alhasil penelitian yang dipimpin oleh Jean-Baptiste Chevance itu menemukan Mahendraparvata, kota yang diperkirakan membangun Kekaisaran Angkor pada 802 setelah Masehi.

Chevance, direktur dari Archaeology and Development Foundation in London, mengatakan keberadaan kota itu sudah diketahui dari naskah-naskah kuno. Naskah-naskah itu menceritakan bahwa kesatria agung Jayavarman II mendirikan ibu kota di pegunungan.

"Kami tahu dari data-data baru bahwa kota itu terhubung dengan jalan-jalan, kanal, dan tanggul," kata Chevance.

Penemuannya itu akan dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Science di Amerika Serikat.

Angkor pada masanya adalah kota praindustri terbesar di dunia dan kini menjadi salah satu keajaiban dunia. Kota itu dibangun dari awal sampai pertengahan tahun 1100 oleh Raja Suryavarman II, di puncak kekuasaan politik dan militer Khmer.

Sementara itu Damian Evans, Direktur pusat riset arkeologi University of Sydney, yang memainkan peran kunci dalam mengembangkan teknologi Lidar mengatakan bahwa luas kota Mahendraparvata belum bisa dipastikan. Sejauh ini ekspedisi mereka baru mengungkap sebagian kecil dari kota itu

"Mungkin yang baru kita lihat hanya pusat kota, jadi masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mengungkap seluruh peradaban ini," kata Evans.

Penulis: Liberty Jemadu

Sumber:AFP