E-Sabak, Inovasi Pendidikan Abad 21

E-Sabak, Inovasi Pendidikan Abad 21
PT Eduspek Indonesia meluncurkan e-Sabak, sebuah inovasi pendidikan yang menerapkan pembelajaran abad 21 di sekolah. e-Sabak merupakan Sistem Aplikasi Belajar Aktif dan Kreatif elektronik (Sabak) menggunakan sabak atau tablet elektronik. ( Foto: Beritasatu.com/Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat Sabtu, 25 April 2015 | 16:02 WIB

Jakarta - Kehadiran teknologi membuat dunia pendidikan lebih efisien dan sistematis. Apalagi, perkembangan teknologi yang demikian pesat, tentunya memberikan pengaruh terhadap berbagai sendi kehidupan, termasuk dunia pendidikan di tanah air.

Berkaitan dengan usaha mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik, perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi pendidikan, PT Eduspec Indonesia, menghadirkan e-Sabak (Sistem Aplikasi Belajar Aktif dan Kreatif/Sabak), dengan memanfaatkan teknologi sabak atau tablet elektronik.

Direktur Utama PT Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji mengatakan, proyek ini merupakan kerjasama pihaknya dengan Intel Education, untuk membantu siswa dan sekolah dalam mencapai keberhasilan, serta membuka peluang baru meningkatkan pembelajaran dan pengajaran.

"Dampak positif dari sistem ini memungkinkan siswa untuk belajar secara online, mengubah sikap belajar dan memberi peluang bagi guru untuk meningkatkan produktifitas sekaligus menciptakan suasana belajar yang baru," ujar Indra di Jakarta, Sabtu (25/4).

Pihak Eduspec Indonesia, lanjut dia, menyediakan perangkat keras yang terdiri dari troli penyimpanan tablet, perlengkapan siswa dan guru, proyektor, wireless display, router, headset, dan UPS.

"Sedangkan untuk perangkat lunak, disediakan antara lain oleh Intel Education Lab, Intel Education Media Camera, SPARKvue, ArtRage, Fun With Construction, Kno, Foxit Reader, Insight dan Deep Freeze," tambah Indra.

Program e-Sabak yang ditawarkan secara lengkap dengan kisaran harga Rp 1,2 Miliar, lanjut dia, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan yang diluncurkan pada tahun ini.

"Saat ini, sudah ada sekitar 88 sekolah di seluruh Indonesia, yang menyatakan minatnya untuk mengaplikasikan sistem ini untuk membantu sistem pembelajaran mereka," jelas Indra.