"Startup" Hulaa Siap Bersaing di Gemuknya Pasar Travel i

Situs travel daring Hulaa.com.

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Kamis, 18 Juni 2015 | 10:48 WIB

Jakarta - Pada tahun 2010, terdata pasar sebesar US$ 6,2 miliar yang dihabiskan untuk perjalanan outbound di Indonesia. Diperkirakan bahwa US$ 23 miliar bakal digunakan untuk perjalanan outbound pada tahun 2030 mendatang. Melihat data ini, pangsa pasar travel tumbuh demikian pesat di Indonesia, dan memicu kelahiran PT Hulaa Travel Indonesia.

Hulaa Travel Indonesia atau lebih dikenal dengan Hulaa.com didirikan di Mei 2014 dan telah meluncurkan produk penerbangan dan hotel secara resmi 18 Maret 2015 lalu. Saat ini, Hulaa bermitra dengan 13 maskapai besar dan 19.000 hotel di seluruh Indonesia dan Asia Pasifik.

Sejak mulai diluncurkan saat ini Hulaa memiliki sekitar 2.000 pengguna aktif yang melakukan transaksi harian di Hulaa.com.

Menurut Maria Suzanna Roesli, co-founder Hulaa, aneka kesulitan dihadapi timnya saat mendirikan travel agent online ini.

"Kesulitannya dari people management, sampai segi teknis, dan marketing. Kompetitor banting-banting harga, sehingga dari segi promosi, kita dihadapi dengan pilihan mau ikut banting harga, atau kekeuh dengan harga awal," kata Maria kepada Beritasatu.com, Kamis (18/6).

Kendati begitu Maria meyakini kendati harus "melawan" pasar yang sudah dipenuhi banyak pemain besar seperti Tiket.com, Traveloka, ataupun Pegipegi, Hulaa cukup optimistis bahwa harga bukanlah komponen utama yang menarik pelanggan.

"Dari segi marketing dan promosi, kita sadar bahwa promosi perlu untuk capture market. Tapi harga diskon bukanlah variabel yang tetap. Kalau customer suka dengan user experience di Hulaa, sudah pasti mereka akan terus menggunakan Hulaa. Sama halnya dengan pengalaman belanja di pasar ikan vs supermarket besar. Apabila customer ditawarkan harga yang kurang lebih sama, tapi pengalaman belanja sudah pasti lebih enak di supermarket yang ada AC-nya," papar Maria.

"Fokus Hulaa adalah smooth booking experience dan juga harga yang kompetitif bagi penggunanya. Memahami bahwa wisatawan Indonesia sangat sensitif terhadap harga beli, di development selanjutnya, Hulaa akan menampilkan algoritma harga yang membantu pengguna untuk merencanakan perjalanan berdasarkan anggaran mereka."

Kendati terbilang masih baru di dunia travel daring, Hulaa mendapatkan banyak dukungan dari pemain lama travel Bayu Buana Travel. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1972 ini membantu dalam hal menghubungkan Hulaa dengan maskapai dan koneksi ke jaringan hotel besar.

Kedua pihak mempunyai visi menjadikan Hulaa sebagai platform perjalanan masa depan yang bertujuan untuk memberdayakan pelanggan dengan informasi selengkap mungkin agar dapat meraih keputusan yang terbaik dalam merencanakan perjalanan wisata mereka.

Ingin mencoba bepergian dengan pengalaman yang berbeda di libur Lebaran tahun ini? Anda bisa mencoba merencanakan perjalanan melalui Hulaa.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT