Victoria dan Albert dalam film "The Young Victoria"
Semakin tragis akhirnya, semakin akan dikenang oleh peradaban

Kisah cintah yang indah selalu membuat hati bergetar tetapi semakin tragis akhir sebuah kisah cinta maka semakin indah dan dikenang oleh peradaban.

Cerita-cerita romantis nan tragis dalam sejarah itu justru kemudian banyak menginspirasi berbagai cerita fiksi - mulai dari novel percintaan, drama ala Shakespeare, atau telenovela Amerika Latin - dalam kebudayaan manusia.

Berikut ini enam kisah cinta dalam sejarah, mulai dari masa purba hingga modern, yang dijamin bisa menggugah hati:

1. Cleopatra dan Markus Antonius (Mark Anthony)

Kedua pasangan ini bertemu pada tahun 41 SM, ketika Republik Romawi sedang dalam puncak gejolak politik. Cleopatra, seorang ratu Mesir, berhasil merayu Markus Antonius, seorang jenderal besar Roma. Meski telah menikah Markus akhirnya jatuh ke pelukan Cleopatra yang kemudian berhasil membujuknya untuk menggabungkan wilayah kekuasaan keduanya.

Sayangnya aliansi keduanya berakhir pahit ketika Oktavianus, yang belakangan menjadi Kaisar Agustus, berhasil meyakinkan senat Roma bahwa Markus Antonius adalah seorang yang rakus kekuasaan dan telah terlena oleh sihir Cleopatra.

Oktavianus, yang mendapat persetujuan senat Roma, kemudian mengobarkan perang atas Markus Antonius pada tahun 31 SM. Baik Markus Antonius maupun Cleopatra lebih memilih untuk bunuh diri dalam perang itu ketimbang ditangkap oleh tentara Roma.

2. Heloise dan Abelard

Kisah keduanya memang ditulis oleh sastrawan Inggris, Alexander Pope, tetapi kisah Heloise dan Abelard sebenarnya adalah sejarah cinta terlarang yang terjadi pada pertengahan abad 12 di Prancis.

Heloise, seorang gadis cerdas jatuh cinta kepada Peter Abelard, gurunya yang berusia 20 tahun lebih tua. Hubungan yang kemudian diketahui dan ditentang oleh paman Heloise, seorang pejabat tinggi pada masanya, menyebabkan Abelard dikebiri dan Heloise sendiri diasingkan di sebuah biara terpencil.

Meski hingga akhir hayat keduanya tidak pernah bersua lagi, surat-surat antara mereka tetap menjadi kenangan dan simbol cinta yang mendunia.

3. Shah Jehan dan Mumtaz Mahal

Anda tentu tahun Taj Mahal? Istana yang terkenal maha indah di India itu merupakan simbol cinta, didirikan pada abad 17 oleh Shah Jehan untuk mengenang istri sekaligus cinta sejatinya.

Mumtaaz Mahal yang berarti Permata Istana, julukan sang sultan untuk istri ketiga yang juga istri kesayangannya. Perempuan itu meninggal ketika ketika melahirkan anak ketiganya.

Duka mendalam yang mendera Jehan mendorongnya untuk mendirikan Taj Mahal. Perlu 23 tahun untuk menyelesaikan tempat peristirahatan terakhir untuk cintanya itu. Jahan sendiri meninggal pada 1666.

4. Ines de Castro dan Raja Pedro dari Portugal

Kisah cinta kedunya tampaknya menjadi kisah yang menginspirasi banyak telenovela dan sinetron modern. Ines de Castro adalah seorang perempuan muda biasa yang pertama kali datang ke Portugal pada 1340 sebagai pembantu dari Constance of Castile, istri dari putra mahkota Portugal, Pangeran Pedro.

Pedro jatuh cinta pada Ines de Castro dan mengabaikan istri sahnya. Sayangnya hubungan keduanya tidak direstui oleh ayah Pedro, Raja Alfonso IV dari Portugal. Meski demikian hubungan kedunya melahirkan tiga orang anak dan Ines terus setia menunggu Pedro.

Ketika Contance of Castile meninggal pada 1349, Pedro berusaha menjadikan Ines istri sahnya sekaligus calon ratu Portugal. Tetapi sayang Raja Alfonso IV lalu turun tangan, memerintahkan Ines untuk dibunuh.

Keputusan ayahnya membuat Pedro kalap dan mengobarkan perang saudara di negara itu. Pedro yang akhirnya menang, menggali kembali makam Ines, memindahkannya ke pemakaman kerajaan, dan memerintahkan seluruh rakyat Portugal bersumpah setia kepada mendiang Ines, sebagai ratu mereka.

Beberapa cerita bahkan mengatakan Pedro memerintahkan para pejabat kerajaan mencium jari Ines, yang telah menjadi mayat sebagai bukti kesetiaan mereka.

5. Ratu Victoria dan Pangeran Albert

Salah satu kisah cinta modern yang berakhir tragis terjadi di keluarga kerajaan Inggris antara Ratu Victoria dengan suaminya Pangeran Albert. Menurut para sejarahwan cinta Victoria kepada Albert sangat mendalam. Kisah keduanya bahkan difilmkan dalam film "The Young Victoria" (2009).

Ketika Albert meninggal 1861 Victoria menghabiskan 40 tahun terakhir hidupnya dalam duka. Ia tiba-tiba menggemari warna hitam hingga akhir hayatnya dan lebih banyak menyepi.

Saat Victoria akhirnya meninggal pada 1901, ia dimakamkan di mausoleum yang sama dengan Albert. Di pintu makam itu tertulis kalimat, "Farewell best beloved, here at last I shall rest with thee, with thee in Christ I shall rise again."

Penulis: