KPI Larang Televisi Tampilkan Pria Berperilaku Wanita

KPI Larang Televisi Tampilkan Pria Berperilaku Wanita
Ilustrasi. ( Foto: BSMH )
Anselmus Bata / AB Rabu, 24 Februari 2016 | 12:23 WIB

Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) melarang lembaga penyiaran, khususnya televisi, menampilkan pria yang berperilaku dan berpakaian seperti wanita dalam tayangannya. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditujukan kepada seluruh direktur utama lembaga penyiaran, Selasa (23/2).

Surat edaran tersebut dikeluarkan setelah KPI memantau dan menerima pengaduan masyarakat tentang program siaran yang masih menampilkan pria berperilaku dan berpakaian seperti wanita. KPI menyebutkan secara terperinci tayangan yang tidak diperbolehkan, yakni pria sebagai pembawa acara (host), talent,maupun pengisi acara lainnya--pemeran utama dan pendukung--dengan tujuh tampilan.

Ketujuh tampilan itu adalah pertama,gaya berpakaian kewanitaan. Kedua, riasan (make up) kewanitaan. Ketiga,bahasa tubuh kewanitaan, termasuk namun tidak terbatas pada gaya berjalan, gaya duduk, gerakan tangan, maupun perilaku lainnya.

Keempat, gaya bicara kewanitaaan. Kelima, menampilkan pembenaran atau promosi seorang pria untuk berperilaku kewanitaan. Keenam, menampilkan sapaan terhadap pria dengan sebutan yang seharusnya diperuntukkan bagi wanita. Ketujuh, menampilkan istilah dan ungkapan khas yang sering dipergunakaan kalangan pria-kewanitaan.

Menurut KPI, hal tersebut tak sesuai dengan ketentuan penghormatan terhadap norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat serta perlindungan anak-anak dan remaja. Siaran dengan muatan tersebut dinilai dapat mendorong anak untuk belajar dan membenarkan perilaku tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut telah diatur dalam Standar Program Siaran KPI Tahun 2012 pada Pasal 9, Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Demikian juga dalam Pedoman Perilaku Penyiaran KPI Tahun 2012 Pasal 4 yang mengatur tentang lembaga penyiaran yang diarahkan untuk menghormati dan menjunjung tinggi norma dan nilai agama dan budaya bangsa yang multikultural.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Ketua KPI, Judhariksawan, juga disebutkan KPI akan melakukan pemantauan intensif kepada seluruh lembaga penyiaran. KPI akan menjatuhkan sanksi kepada lembaga penyiaran yang terbukti masih menyiarkan hal-hal tersebut. 

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE