Hacktiv8 Cetak Developer dalam 12 Minggu

Ilustrasi developer komputer. (istimewa)

Oleh: Anselmus Bata / AB | Senin, 13 Juni 2016 | 21:12 WIB

Jakarta - Perusahaan pelatihan developer Hacktiv8 telah membuka pendaftaran program immersive bootcamp, sebuah kursus pemrograman selama 12 minggu yang akan dimulai 1 Agustus 2016.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (13/6), disebutkan Hacktiv8 serius menerapkan immersive bootcamp, sehingga peserta program harus menjalani pelatihan mendalam selama 11 jam, 6 hari dalam 1 minggu. Dengan demikian Hacktiv8 dapat menghasilkan lulusan yang siap kerja sebagai developer setelah mengikuti program dengan total 900 jam pelatihan.

Sebagai sebuah pusat pelatihan pemrograman intensif pertama di Indonesia, Hacktiv8 menawarkan program yang unik. Hacktiv8 membuka kesempatan bagi peserta yang lulus untuk bekerja di berbagai perusahaan teknologi ternama di Indonesia. Lebih dari itu, Hacktiv8 menjamin setiap peserta yang lulus akan mendapatkan pekerjaan dalam waktu 120 hari dengan penghasilan minimum Rp 10 juta, atau seluruh biaya pelatihan akan dikembalikan.

Komitmen tersebut dibuktikan Hacktiv8 dengan membangun rekanan bersama perusahaan-perusahaan terkemuka, seperti Go-Jek, MatahariMall.com, Tokopedia, Veritrans, dan masih banyak lagi perusahaan yang antre untuk merekrut lulusan Hacktiv8.

“Semakin banyaknya perusahaan yang mendapat investasi dalam dua tahun belakangan telah membuat kebutuhan developer semakin tinggi. Perusahaan yang telah mendapat investasi bahkan mampu dan rela membayar lebih tinggi, namun jumlah developer belum berkembang dengan cepat,” kata Managing Director Hacktiv8, Ronald Ishak.

Evolusi Developer Web
Hacktiv8 merupakan bagian portofolio startup dari perusahaan modal ventura lokal RMKB Ventures. Menurut Ishak, program ini memang khusus dirancang untuk menghasilkan developer dengan keahlian yang dapat diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan rekanan Hacktiv8.

“Indonesia akan menjadi pemain utama dalam ekonomi digital. Kita perlu lebih banyak developer untuk membantu kita sampai ke sana. Universitas-universitas di Indonesia memang banyak menghasilkan lulusan ilmu komputer, tetapi kelulusan
mereka kurang cepat dibandingkan pertumbuhan demand developer yang semakin tinggi," ujar Ronald Ishak.

Hacktiv8 menawarkan program yang lebih intensif dan biaya yang relatif rendah dibandingkan dengan program S1 jurusan ilmu komputer di universitas-universitas di Indonesia. Seorang peserta hanya perlu menyediakan dana Rp 30 juta untuk mengikuti program intensif selama 3 bulan di Hacktiv8 dan menjadi developer fullstack yang siap kerja. Sedangkan untuk mendapatkan gelar S1 jurusan ilmu komputer diperlukan waktu yang jauh lebih lama dan biaya kurang lebih Rp 80 juta.

Selain itu, untuk mendukung kesetaraan gender di dunia industri teknologi, Hacktiv8 menawarkan program beasiswa bagi peserta wanita sebesar Rp 5 juta apabila berhasil lulus dari bootcamp. Sedangkan bagi mahasiswa yang baru lulus juga dapat mengajukan beasiswa sebesar Rp 5 juta. Dengan demikian, profesi sebagai developer web semakin terjangkau oleh
berbagai kalangan dan latar belakang.

Agar edukasi teknis di Jakarta ini bisa diikuti lebih banyak orang melalui Hacktiv8, Ronald menyatakan pihaknya  telah bekerja sama dengan layanan pinjam uang KoinWorks untuk menyediakan solusi keuangan bagi para peserta.

Tim Hacktiv8 terdiri dari Ronald Ishak, Dr Raymond Liu, mantan presiden Universitas Pelita Harapan, dan Riza Fahmi, yang sebelumnya menjabat CTO di CitizenLab.

Lebih jauh dikatakan, Hacktiv8 sebisa mungkin ingin mereplikasi suasana kerja di kehidupan nyata. Salah satu nilai utama dari cara mengajar dari Hacktiv8 adalah empathy engineering, yaitu ide bahwa developer web bukanlah seorang robot.

“Seorang developer web yang sukses adalah orang yang compassionate. Kami yakin dengan sepenuh hati bahwa apa yang membuat dan merusak sebuah tim adalah empati. Itu adalah hal yang tidak bisa diajarkan secara online,” kata Ronald.

Menurut para co-founder Hacktiv8, banyak orang di Indonesia yang terjebak dengan gaji Rp 4 juta hingga Rp 6 juta. Ishak percaya bahwa Hacktiv8 mampu meningkatkan taraf hidup para lulusan karena seorang developer akan memiliki karier yang lebih baik dan layak mendapat penghasilan mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 16 juta setiap bulan.

“KPI kami adalah melihat lebih banyak peserta yang sukses dan berhasil bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi bergengsi. Jadi kita masih menghadapi jalan yang panjang, mengingat program ini berlangsung selama 12 minggu. Akan tetapi bila data
kami selama 7 hari sudah menjadi indikator yang bagus, kami akan melakukan ekspansi ke kota-kota lain dalam waktu 12 bulan ke depan. Hacktiv8 tidak menghasilkan lulusan ilmu komputer, tetapi menghasilkan developer yang siap bekerja dalam waktu singkat," tutup Ronald. 


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT