Rully Moulany, Country Manager, PT Red Hat Indonesia

Adopsi Open Source di Asean Tumbuh Signifikan

Rully Moulany, Country Manager, PT Red Hat Indonesia (IST/Investor Daily)

Jakarta - Berbeda dengan anggapan umum, open source bukanlah merupakan sebuah perusahaan atau produk. Open source adalah cara berinovasi dan berkolaborasi.

Open source berbicara tentang sekelompok orang yang bekerja sama untuk menciptakan ide-ide yang inovatif. Teknologi-teknologi yang paling inovatif saat ini, mulai dari Internet of Things (IoT) hingga mesin pembelajaran, seluruhnya didorong oleh open source.

Open source memiliki potensi untuk berdampak bagi banyak orang dari semua lapisan masyarakat, dan secara signifikan memperkaya cara kita hidup.

Di seluruh wilayah Asean, termasuk Indonesia, terjadi pertumbuhan yang sangat luar biasa dalam perkembangan open source. Di sektor jasa keuangan saja, pengadopsian open source telah bertumbuh sebesar 7,5 persen pada tahun lalu, jika dibandingkan dengan tahun 2013.

“Kami bahkan telah melihat pertumbuhan lebih dari 120 persen bagi pengadopsi jasa keuangan terbesar di wilayah Asean, yang didorong oleh kebutuhan akan kustomisasi yang lebih cepat dan peningkatan tuntutan keamanan,” kata Rully Moulany, Country Manager, PT Red Hat Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/2).

Potensi ini secara brilian telah ditunjukkan oleh BSE (sebelumnya Bombay Stock Exchange Ltd.) yang baru-baru ini melakukan peralihan dari teknologi hak paten (proprietary) ke open source.

Melalui open source, BSE mengurangi waktu transaksi perdagangannya dari 10 milidetik menjadi 6 mikrodetik, yang menjadikan BSE sebagai bursa efek tercepat di dunia. Hal ini pun mendorong peningkatan volume perdagangan, dari 10 juta menjadi 400 juta transaksi per hari.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah memilih solusi open source Red Hat untuk mewujudkan sebuah trading system yang andal, stabil, aman dan skalabel dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan beralih ke solusi open source dari Red Hat, BEI dapat memangkas biaya hardware untuk securities trading system hingga separuhnya.

Open source juga merupakan bagian terpenting dalam inisiatif smart city di seluruh wilayah ASEAN, misalnya Singapore Smart Nation Vision.

Apabila proyek-proyek ini tidak dibangun menggunakan open source, proyek-proyek tersebut akan sangat bergantung pada teknologi hak paten, yang pada akhirnya akan menghambat kemajuan.

Di negara-negara berkembang di kawasan Asean, open source digunakan untuk mendorong inovasi guna mengatasi tantangan-tantangan bangsa yang lebih besar. Open source telah berkembang dari suatu metode pengkodean menjadi suatu filosofi yang bermakna.

"Artificial intelligence (AI) merupakan suatu teknologi lain yang sangat menarik, dan kami meyakini bahwa teknologi ini akan meyakinkan lebih banyak perusahaan untuk beralih dari solusi-solusi proprietary ke open source. Perusahaan-perusahaan seperti Google dan Facebook telah memanfaatkan open source bagi teknologi AI mereka, karena mereka menyadari keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pendekatan kolaboratif terhadap perkembangannya yang pesat,"jelasnya.

Momentum Tak Terbendung

Terdapat suatu tanda penerimaan yang tidak terbantahkan di seluruh lanskap teknologi, seiring perusahaan-perusahaan mulai memasukkan teknologi open source ke dalam setiap komponen utama bisnis mereka.

Bahkan, para CEO saat ini menghubungkan open source dengan inovasi, dan bukan hanya sebagai strategi penghematan biaya di lingkungan operasional yang menantang saat ini.

“Kami pun sangat antusias terhadap potensi berbagai teknologi berkembang berbasis open source, seperti container untuk pengembangan aplikasi. Terlepas dari beberapa kesulitan yang harus diperbaiki terkait ketergantungan, seluruh fungsionalitas fiturnya merupakan hal-hal yang memang dibutuhkan sebagian besar perusahaan untuk melengkapi dan menyadari manfaat penuh dari Web 2.0,” katanya.



Investor Daily

Imam Suhartadi/IS

Investor Daily