12 Institusi Melapor Jadi Korban Ransomware WannaCry i

Ilustrasi virus ransomware.

Oleh: Herman / WBP | Kamis, 18 Mei 2017 | 20:27 WIB

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyampaikan, saat ini sudah ada sekitar 12 institusi di Indonesia yang melaporkan telah menjadi korban serangan Ransomware WannaCry.

Selain Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta, institusi lainnya yang juga menjagi korban program jahat (malware) tersebut di antaranya beberapa perusahaan swasta di luar pulau Jawa, perusahaan perkebunan, pelayaran, perguruan tinggi, hingga kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).

"Yang melapor dan diverifikasi, jumlahnya sekitar 12 institusi. Tapi di luar itu ada juga individu atau perusahaan yang tidak melapor," ujar Rudiantara, saat ditemui di sela acara pengumuman Tahap 2 Master Plan Grab 4 Indonesia, di Jakarta, Kamis (18/5).

Namun, menurut Menkominfo, serangan malware tersebut tidak sampai melumpuhkan seluruh data penting yang dimiliki institusi tersebut. "Tidak ada major case, hanya sebagian kecil saja yang diserang," imbuhnya.

Untuk data-data yang masih "disandera", menurut menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut, sebagian datanya telah berhasil diakses kembali berkat bantuan para "hacker putih".

"Untuk data yang ter-enkrip, ada sebagian yang sudah terbuka. Rupanya di Jakarta ada pegiatan hacker putih, tetapi memang datanya tidak bisa kembali sampai 100 persen, hanya sebagian data saja yang bisa diakses lagi," tuturnya.

Meskipun belum bisa dikatakan 100 persen bebas dari Ransomeware WannaCry, menurut Rudiantara saat ini kondisi di Indonesia sudah bisa dikatakan aman dari ancaman Ransomware WannaCry. "Kalau dikatakan 100 persen bersih memang belum, tapi kalau dibilang 99 persen ya okelah. Jumlah yang masih online sudah semakin kecil," imbuhnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT