Langkah Pengamanan Menghadapi Juice Jacking

Langkah Pengamanan Menghadapi Juice Jacking
Teknik baru yang diberi nama Juice Jacking, mampu meretas perangkat ponsel atau gadget melalui USB yang biasa digunakan untuk mengisi ulang. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Senin, 5 Juni 2017 | 20:29 WIB

Jakarta - Sampai dengan saat ini, banyak kalangan yang belum mengetahui bahwa mengisi ulang baterai ponsel atau gadget ternyata tidak seramah dan seaman yang dikira.

Terdapat sebuah teknik baru yang diberi nama Juice Jacking, yang mampu meretas gadget melalui USB yang biasa digunakan untuk mengisi ulang.

"Semua perangkat smartphone membutuhkan power supply yang menggunakan kabel yang sama dengan koneksi data. Dengan kata lain, kabel yang digunakan untuk mengisi ulang baterai di ponsel adalah kabel yang sama digunakan untuk mentransfer dan menyinkronkan data," ujar Director Marketing PT Prosperita - Eset Indonesia, Chrissie Maryanto, Senin (5/6).

Data atau power pada kabel yang sama, kata Chrissie, menjadi jalan bagi peretas untuk masuk dan mendapatkan akses ke ponsel selama proses pengisian, dengan memanfaatkan USB kabel data/power untuk mengakses data telepon, atau menyuntikkan kode berbahaya ke perangkat. Teknik inilah yang dikenal sebagai Juice Jacking.

"Pencurian data dengan metode ini telah menjadi ancaman terbesar bagi pengguna gadget di mana pun mereka berada setiap kali mengisi ulang baterai," tambahnya.

Pertahanan terbaik terhadap perangkat mobile agar terhindar dari peretasan atau dikompromikan adalah kesadaran keamanan. Berikut, beberapa langkah-langkah pengamanan yang harus dilakukan.

1. Hindari pengisian ulang perangkat mobile di tempat-tempat publik yang hanya menyediakan port USB untuk melakukan pengisian.

2. Hanya mengisi ulang menggunakan Charger dan Kabel data milik sendiri dengan langsung terhubung ke listrik.

3. Biasakan untuk mengisi baterai telepon di rumah dan kantor ketika tidak aktif menggunakannya. Tindakan ini mampu meminimalisir Juice Jacking secara maksimal.

4. Bawa baterai backup (Power Bank) atau baterai cadangaan eksternal, cara ini dapat menghindari smartphone mengisi ulang baterai di ruang publik.

5. Untuk memastikan smartphone hemat dalam pemakaian, pengguna dapat memanfaatkan software tambahan meskipun teknik ini tidak bisa menjamin memberikan penghematan yang signifikan. Tetapi, tidak efektif lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.

6. Kunci Telepon! Bila telepon terkunci, benar-benar terkunci dan tidak dapat diakses tanpa masukan dari PIN atau setara passcode untuk mengindari pairing pada ponsel. Perangkat iOS hanya dapat di-pairing ketika tidak terkunci. Tapi sekali lagi, perlu diketahui bahwa pairing berlangsung dalam hitungan detik, jadi pastikan ponsel benar-benar selalu terkunci saat tidak digunakan.

7. Cara lain yang paling efektif dan nyaman digunakan adalah dengan menggunakan kabel USB dengan kabel data yang dihapus, jadi hanya berfungsi sebagai pengisi baterai saja. Kabel macam ini menghilangkan dua kabel untuk transmisi data dan hanya memiliki dua pasang kabel sebagai transmisi daya. Namun imbasnya, kemampuan mengisi dayanya akan lebih lambat dari biasanya.

8. Bila bepergian menggunakan mobil, dapat menggunakan perangkat pengisian yang dihubungkan ke lighter yang ada.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE