Ini Alasan Aplikasi Telegram Tidak Ikut Diblokir

Ilustrasi Telegram (Istimewa)

Oleh: Herman / YUD | Senin, 17 Juli 2017 | 19:35 WIB

Jakarta - Sejak Jumat (14/7) siang, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemblokiran terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web.

Berbeda dengan versi web, aplikasi Telegram di perangkat mobile masih tetap bisa digunakan. Rupanya Kemkominfo punya alasan khusus mengapa versi web yang lebih dulu diblokir.

"Dari pantauan kami, para teroris ini lebih banyak menggunakan Telegram versi web daripada aplikasi. Karena versi web ini punya kemampuan yang lebih besar seperti mentrasfer file dengan ukuran besar hingga 1,5 GB. Di situlah mereka (teroris) saling berkomunikasi," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, di Jakarta, Senin (17/7).

Apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka, Semuel mengatakan layanan Telegram di aplikasi mobile juga akan ikut ditutup.

Semuel mengatakan telah mengirim email sebanyak enam kali sejak 29 Maret 2016 kepada pihak Telegram, namun seluruh permintaan tersebut tidak mendapat tanggapan. Sampai akhirnya Pavel Durov selaku CEO Telegram menyampaikan permohonan maaf melalui channel resminya di Telegram, Minggu (16/7). Durov mengakui telah lambat merespon permintaan Kemkominfo Indonesia untuk men-take down kanal-kanal yang memuat konten terkait terorisme.

"Kemkominfo baru-baru ini mengirimi kami daftar saluran publik dengan konten terkait terorisme di Telegram, dan tim kami tidak dapat segera memproses dengan cepat. Kami tidak sadar akan permintaan ini, yang menyebabkan miskomunikasi dengan Kemkominfo," tulis Durov.

Karena jalur komunikasi sudah mulai terbuka, Kemkominfo segera melakukan langkah tindak lanjut berupa penyiapan SOP (Standard Operating Procedure) secara teknis kepada Telegram.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT