Menkominfo: Indonesia Belum Merdeka dari Teknologi dan Internet

Rudiantara. (SP/Ruht Semiono)

Oleh: Yustinus Paat / YUD | Kamis, 17 Agustus 2017 | 18:26 WIB

Alor - Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara mengatakan bahwa bangsa Indonesia sudah merdeka selama 72 tahun. Namun, menurut Rudiantara, kemerdekaan tersebut merupakan kemerdekaan secara fisik dari penjajahan.

"Kita 72 tahun merdeka, betul secara fisik dari penjajahan, tetapi dari sisi internet, kita ini belum merdeka," ujar Rudiantara di sela-sela kunjungannya ke Desa Tube, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, NTT dalam rangka Peresmian BTS (Base Transceiver Station), Kamis (17/8).

Tugas pemerintahan Jokowi-JK, kata Rudiantara, adalah memerdekakan masyarakat Indonesia dalam segala aspek termasuk dari aspek teknologi dan internet. Pemerintah, kata dia, sudah mempunyai program-program percepatan agar internet bisa masuk ke daerah-daerah terpencil.

"Pemerintah mempunyai program percepatan-percepatan bagaimana internet masuk ke daerah-daerah yang boleh dikatakan selama ini tidak visible secara bisnis, keuangan, tetapi pemerintah harus masuk. Karena ini adalah tugas pemerintah dan pemerintah harus hadir manakala memang dianggap tidak layak secara bisnis. Makna kemerdekaan itu adalah mengisi secepat-cepatnya," jelas dia.

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan proyek Palapa Ring akan selesai tahun 2019 dan satelit untuk internet berkecepatan tinggi (High Throughput Satellite atau HTS) selesai tahun 2021. Jika kedua proyek ini selesai maka seluruh daerah dari Sabang sampai Merauke akan terhubung dengan internet.

"Untuk bisa menghubungkan semuanya, mungkin diperlukan satelit setelah 2021. Tetapi kalau 2023 atau 2024, belum terhubung semuanya, keterlaluan menurut saya," tandas dia.

Terkait perkembangan proyek Palapa Ring, Rudiantara mengungkapkan bahwa prosesnya sedang berjalan. Pembangunan Palapa Ring Barat, kata dia sudah berjalan kurang lebih 75 persen. Sementara Palapa Ring Tengah hampir 30 persen dan Palapa Ring Timur sekitar 20 persen.

"Kalau operator, pada ingin segera menggunakan secepatnya. Pembangunan sudah dimulai, tendernya sudah dimulai dan sudah dilaksanakan. Jadi, pembangunan (Palapa Ring) sudah berjalan sekarang," pungkas dia.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT