Telkom Rampungkan Proses Pemulihan Layanan Satelit Telkom-1

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (dua kanan) memberi keterangan dalam konferensi pers pemulihan layanan Satelit Telkom-1, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, 12 September 2017. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / FMB | Selasa, 12 September 2017 | 14:30 WIB

Jakarta - Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga menegaskan bahwa layanan konektivitas pelanggan Satelit Telkom-1 telah puluh 100 persen. Artinya, konektivitas sebanyak 15.019 site layanan pelanggan, baik itu 11.574 sites layanan ATM maupun 3.445 sites Non-ATM telah pulih sesuai jadwal yang ditetapkan.

"Sesuai dengan yang sudah dijanjikan oleh Telkom, sejak 10 September 2017, recovery layanan Satelit Telkom-1 sudah selesai 100 persen, sudah pulih seperti sedia kala," kata Alex J. Sinaga, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), di Jakarta, Selasa (12/9).

Alex menerangkan, upaya pemulihan layanan yang dilakukan Telkom di antaranya melakukan migrasi pelanggan satelit Telkom 1 ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan ke dua satelit asing yakni Apstar (Hong Kong) dan Chinasat (Tiongkok). Untuk mempercepat proses migrasi pelanggan, tahapan yang dilakukan yaitu menyiapkan transponder pengganti dan proses repointing antena dari sisi pelanggan untuk menyesuaikan dengan satelit yang baru.

"Selain melakukan repointing antenna ground segment, Telkom juga memanfaatkan dua teknologi alternatif sebagai solusi sementara untuk mempercepat proses recovery sejumlah site. Komposisinya, sebanyak 81 persen repointing antena parabola ground segment, 14 persen menggunakan sistem Machine to Machine (M2M), dan 5 persen sisanya memanfaatkan teknologi fiber optic," terangnya.

Alex mengatakan telah berkoordinasi dengan para pelanggan untuk mengembalikan solusi sementara ke solusi permanen secara bertahap. Selain itu, Telkom juga bekerja sama dengan Kominfo untuk mengamankan slot orbit 108 BT ke International Telecommunication Union (ITU) agar slot orbit tersebut tetap menjadi milik Telkom.

"Kami sudah bicara ke pelanggan untuk mensolusi permanenkan, bisa tetap Machine to Machine dan fiber optic, atau harus tetap menggunakan satelit. Kalau tetap harus menggunakan satelit, tentunya kami harus melakukan repointing lagi. Tapi karena sudah dijadwalkan dari awal, pengalihan dari fiber optic maupun Machine to Machine bisa dilakukan pada saat trafiknya nol, biasanya jam 12 malam. Jadi tidak akan terasa ada proses pengalihan," tutur Alex.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT