Peluncuran Satelit Telkom-4 Bisa Lebih Cepat 60 Hari

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (dua kanan) memberi keterangan dalam konferensi pers pemulihan layanan Satelit Telkom-1, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, 12 September 2017. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / YUD | Selasa, 12 September 2017 | 15:37 WIB

Jakarta - Peluncuran Satelit Tekom-4 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus 2018 berpeluang untuk dilakukan lebih cepat dari jadwal tersebut. Dari hasil pertemuan terakhir antara Telkom dengan Space Systems Loral (SSL) selaku pabrikan Satelit Telkom-4, peluncuran satelit itu bisa dilakukan pada Juni 2017.

"Dua hari lalu, kami sudah rapat dengan pabrikan Satelit Telkom-4. Hasilnya, ada kemungkinan kami dapat margin 60 hari lebih cepat dari jadwalnya," kata Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Selasa (12/9).

Namun karena pabrikan berbeda dengan peluncur, Alex mengatakan Telkom masih harus mendiskusikan hal ini kepada peluncur Satelit Telkom-4, yaitu SpaceX dari Amerika Serikat.

"Kami akan diskusikan kepada peluncurnya, apakah antreannya bisa dimajukan atau seperti apa. Peluncur itu kan banyak antreannya, hampir tidak ada yang nganggur. Tapi biasanya ada juga satelit yang telat, jadi kemungkinan tukar tempat antrean itu selalu ada," tutur Alex.

Seperti diketahui, Satelit Telkom-4 merupakan pengganti satelit Telkom-1 di slot orbit 108 BT yang tidak lagi berfungsi normal. Para pelanggan Satelit Telkom-1 kini telah dimigrasi ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan ke dua satelit asing yakni Apstar (Hongkong) dan Chinasat (Tiongkok). Bila nantinya Satelit Telkom-4 telah beroperasi, pelanggan yang menggunakan satelit asing nantinya bisa dialihkan ke Satelit Telkom-4.

Dibandingkan satelit Telkom-1, Alex mengatakan satelit Telkom-4 memiliki jangkauan yang lebih luas, bahkan sampai ke India. Satelit Telkom-4 juga memiliki kapasitas yang sangat besar, sampai 60 transponder. Sementara satelit Telkom-1 hanya 36 transponder.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT