Dirut Telkom Bantah Satelit Telkom-1 Sudah Hancur

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara (dua kanan) memberi keterangan dalam konferensi pers pemulihan layanan Satelit Telkom-1, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, 12 September 2017. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / FMB | Selasa, 12 September 2017 | 16:31 WIB

Jakarta - Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga membantah kabar yang menyatakan kalau Satelit Telkom-1 telah hancur berkeping-keping di orbit geostasioner. Sebaliknya, Alex menegaskan kalau Satelit Telkom-1 masih bisa menerima perintah dari Stasiun Pengendalian Utama Satelit milik Telkom di Cibinong.

"Satelit Telkom-1 masih bisa berkomunikasi secara telemetri dengan stasiun pengendalian di Cibinong. Jadi, kalau ada yang mengatakan Satelit Telkom-1 sudah hancur berkeping-keping, saya katakan istilah itu salah karena sampai hari ini kami masih bisa berkomunikasi dengan Satelit Telkom-1," kata Alex J. Sinaga, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, di Jakarta, Selasa (12/9).

Berdasarkan analisa mendalam yang dilakukan oleh Telkom bersama Lockheed Martin selaku pabrikan Satelit Telkom-1, Alex mengatakan satelit tersebut memang sudah tidak lagi berfungsi normal, sehingga Lockhed Martin merekomendasikan agar dilakukan shut down untuk Satelit Telkom-1.

"Dari hasil kajian, Lockheed Martin memang merekomendasikan untuk dilakukan shut down. Proses untuk itu, kami masih terus bekerja dengan Lockheed Martin, sehingga kapan itu akan dieksekusi tergantung dari kajian tiap hari dari data telemetri," tegas Alex.

Sejak 10 September 2017, Alex mengatakan proses pemulihan layanan Satelit Telkom-1 telah selesai 100 persen. Upaya pemulihan layanan yang dilakukan Telkom di antaranya melakukan migrasi pelanggan satelit Telkom 1 ke satelit Telkom 2, Telkom 3S, dan ke dua satelit asing yakni Apstar (Hong Kong) dan Chinasat (Tiongkok). Untuk mempercepat proses migrasi pelanggan, tahapan yang dilakukan yaitu menyiapkan transponder pengganti dan proses repointing antena dari sisi pelanggan untuk menyesuaikan dengan satelit yang baru.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT