Amankan Slot Telkom-1, Menkominfo Segera Temui Sekjen ITU

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) bersama Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Layanan Satelit Telkom 1 di Kantor Kemenkoinfo, Jakarta, 30 Agustus 2017. (Antara/Reno Esnir)

Oleh: Herman / YUD | Selasa, 12 September 2017 | 19:13 WIB

Jakarta - Guna membantu Telkom mengamankan slot orbit Satelit Telkom-1 yang tidak lagi berfungsi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara dijadwalkan akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) International Telecommunications Union (ITU), lembaga PBB di bidang telekomunikasi yang bermarkas di Jenewa, Swiss.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail menyampaikan, pertemuan tersebut rencananya akan berlangsung pada akhir September 2017. Upaya ini dilakukan agar slot orbit 108 Bujur Timur (BT) tetap aman dan bisa digunakan oleh Telkom untuk satelit Telkom-4.

"Pak Menkominfo akan segera bertemu langsung dengan Sekjen ITU. Salah satu agendanya tentang pengamanan slot orbit ini (Satelit Telkom-1)," kata Ismail, di gedung Kemkominfo, di Jakarta, Selasa (12/9).

Sebelum pertemuan tersebut, Ismail mengatakan Kemkominfo yang mewakili pemerintah Indonesia juga telah mengirim surat notifikasi kepada ITU perihal adanya masalah pada Satelit Telkom-1. Melalui surat tersebut, Kemkominfo ingin memastikan bahwa slot orbit 108 BT jangan sampai digunakan oleh negara lain sampai Satelit Telkom-4 meluncur pada pertengahan 2018.

Agar tidak terlalu lama terjadi kekosongan, Direktur Utama Telkom, Alex J. Sinaga mengatakan pihaknya juga tengah mengupayakan agar peluncuran Satelit Telkom-4 sebagai pengganti Satelit Telkom-1 bisa dipercepat dari jadwal yang sudah ditetapkan pada 17 Agustus 2018.

Dari hasil pertemuan terakhir dengan Space Systems Loral (SSL) selaku pabrikan Satelit Telkom-4, ada peluang untuk meluncurkan Satelit Telkom-4 lebih cepat 60 hari dari jadwal semula.

"Dua hari lalu, kami sudah rapat dengan pabrikan Satelit Telkom-4. Hasilnya, ada kemungkinan kami dapat margin 60 hari lebih cepat dari jadwalnya. Namun karena pabrikan berbeda dengan peluncur, kami masih harus mendiskusikan hal ini kepada peluncur Satelit Telkom-4 (SpaceX)," tutur Alex.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT