Penurunan Pasar Hatchback Diprediksi Bakal Terus Berlanjut

Mobil modifikasi finalis Honda Jazz & Honda Brio Tuning Contest (JBTC) 2017 dipamerkan di Mall Taman Anggrek, Jakarta, 9-12 November 2017. (BeritaSatu Photo/Herman)

Oleh: Herman / YUD | Jumat, 10 November 2017 | 15:47 WIB

Jakarta - Hadirnya berbagai model baru di segmen Low Cost Green Car (LCGC), Multi-Purpose Vehicle (MPV), dan juga Sport Utility Vehicle (SUV) membuat pasar kendaraan hatchback makin tergerus. Hal ini juga diakui Honda sebagai salah satu pemain dan penguasa di segmen hatchback.

Direktur Penjualan dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy menyampaikan, penuruan penjualan hatchback memang lebih banyak disebabkan oleh hadirnya banyak model terbaru dari segmen lain. Penurunan tersebut sudah dirasakan dalam tiga tahun terakhir, bahkan diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

"Pasar hatchback memang turun, sekitar 12% dibandingkan tahun lalu. Banyak bermunculan model baru dari segmen yang ada di kanan-kirinya dan atas-bawahnya. Sekarang kan ketika konsumen punya uang misalkan Rp 300 juta atau Rp 400 juta, pilihannya sudah makin banyak," kata Jonfis Fandy di sela acara Honda Jazz & Honda Brio Tunning Contest 2017, di Jakarta, baru-baru ini.

Bila tahun depan produk baru dari segmen lain kembali bermunculan, Jonfis memprediksi penurunan penjualan kendaraan hatchback akan terus berlanjut. Apalagi sudah cukup lama segmen hatchback tidak diramaikan dengan model terbaru.

Untuk mengakali lesunya pasar hatchback, HPM pada pertengahan 2017 telah meluncurkan generasi terbaru dari Honda Jazz serta Honda Civic Hatchback Turbo. Strategi ini terbukti berhasil memperkuat posisi Honda di pasar hatchback dengan market share 49%. Hingga Oktober 2017, penjualan Honda Jazz mencapai 14.004 unit, sementara Honda Civic Hatchback Turbo sebanyak 1.246 unit.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT