Menkominfo Akan Dorong Penggunaan Bahasa Isyarat di Siaran TV

Menkominfo Akan Dorong Penggunaan Bahasa Isyarat di Siaran TV
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara membuka acara penganugerahan pemenang Jambore TIK bagi Remaja dan Dewasa dengan Disbilitas Tingkat Nasional Tahun 2017, di Jakarta, 19 November 2017. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / WBP Minggu, 19 November 2017 | 16:05 WIB

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara akan mendorong kebijakan penggunaan bahasa isyarat dalam seluruh siaran televisi agar masuk dalam revisi Undang-Undang Penyiaran Tahun 2018. Dengan begitu, akan ada payung hukum yang jelas mengenai kewajiban penggunaan bahasa isyarat.

"Masalah ini akan dibahas khusus pada saat revisi Undang-Undang Penyiaran tahun 2018. Ini untuk memastikan kebijakan affirmative policy secara politis harus hadir, harus ada," kata Rudiantara, di acara penganugerahan pemenang Jambore TIK bagi Remaja dan Dewasa dengan Disbilitas Tingkat Nasional Tahun 2017, di Jakarta, Minggu (19/11).

Menurut Rudiantara, penggunaan bahasa isyarat sangat penting dalam program berita, supaya penyandang disabilitas bisa tetap update dengan informasi-informasi terkini. Namun diharapkan program lain juga bisa memberikan layanan yang mengakomodir kebutuhan para penyandang disabilitas.

"Pertama mungkin di program berita dulu. Tapi ada juga keinginan untuk memakai running text dalam program-program lain. Hanya saja kita harus melihat dari sisi production cost-nya dulu. Kalau memang tidak terlalu meningkatkan biaya produksi secara signifikan, alangkah baiknya program lain melakukan hal yang sama," tutur Rudiantara.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE