Menjual Xpander Tak Perlu Strategi

Mitsubishi Xpander dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)di Medan, 22 Nov. 2017. (Beritasatu.com/Heru Andriyanto)

Oleh: Heru Andriyanto / HA | Kamis, 23 November 2017 | 01:10 WIB

Medan - Kehadiran small multi-purpose vehicle (MPV) Xpander menggairahkan kembali diler-diler Mitsubishi di daerah, yang ramai dengan kehadiran konsumen menanyakan ketersediaan mobil keluarga tujuh penumpang itu.

Mitsubishi, salah satu pemain terbesar dalam industri otomotif Tanah Air namun dulunya lebih dikenal sebagai produsen kendaraan niaga, mulai dibanjiri permintaan small MPV, segmen paling laris di industri ini.

"Untuk menjual Xpander ini tak perlu strategi apa pun, habis dipesan," kata Henry Katio, Presiden Komisaris PT Sardana Indah Berlian Motor yang memiliki diler Mitsubishi di Medan.

Ketika ditemui di lokasi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Santika Dyandra Convention, Medan, Rabu (22/11), Henry mengatakan masalah yang dihadapi bukan bagaimana menjual Xpander, tetapi bagaimana memastikan pasokan yang bisa memenuhi jumlah pesanan yang masuk.

"Bahkan tanpa strategi, kita masih kekurangan (stok). Kita maklum pabrik yang masih baru belum mampu memenuhi kapasitas. Jadi untuk delivery 2.500 unit saja masih kewalahan," ujarnya.

Dari tiga diler besar yang ada di Medan saat ini, pesanan total Xpander sudah mencapai sedikitnya 2.200 unit. Harga Xpander di Sumatera Utara berkisar antara Rp 196 juta hingga Rp 252 juta on the road.

Kapasitas pabrik perakitan Xpander di Bekasi adalah 5.000 unit per bulan, namun karena baru beroperasi kapasitas tersebut belum terpakai sepenuhnya. Mitsubishi bahkan harus mempercepat awal operasi dari jadwal semula Oktober menjadi September karena membanjirnya pesanan.

Dua Shift
Di tempat yang sama, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) Osamu Iwaba memastikan akan memberlakukan shift kedua di pabrik tersebut guna mengejar pengiriman dari 30.000 lebih pesanan yang sudah masuk.

"Kami berkomitmen kuat untuk memenuhi seluruh pemesanan dengan meningkatkan kapasitas produksi dengan menerapkan shift kedua di pabrik Bekasi dan mempercepat proses pengiriman kendaraan kepada konsumen," kata Iwaba.

Sumatera, khususnya Provinsi Sumatera Utara, merupakan pasar penting bagi Mitsubishi, di mana sejumlah modelnya menguasai pangsa lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Misalnya untuk kelas sport utility vehicle (SUV), Pajero Sport menguasai pangsa 40% sementara penguasaan pasar nasional di segmen ini 38%.

Terlebih di kategori kendaraan niaga, pickup legendaris L300 mendominasi pasar dengan pangsa hampir 94%, menurut riset Mitsubishi.

"Jadi secara historis Sumatera sangat penting dan strategis bagi Mitsubishi. Kinerja kami di Sumatera sangat bagus dibandingkan rata-rata nasional," kata Iwaba.

Kehadiran Xpander menjadi angin segar bagi kiprah Mitsubishi di Sumatera, karena betapa pun small MPV adalah pasar yang paling ramai dan justru Mitsubishi absen sangat lama di segmen ini.

Dari data Januari-Oktober 2017, total penjualan mobil di Sumatera Utara tercatat 31.275 unit semua merek, dan hampir sepertiganya adalah small MPV.

"Jadi small MPV sendiri menguasai sekitar 30%, kami harus ikut bermain," kata Ilham Iranda Syahputra, kepala departemen penjualan Mitsubishi wilayah Sumatera.

Xpander sitargetkan untuk menguasai 25% pangsa pasar small MPV di Sumatera Utara dan provinsi tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi 6% kepada penjualan Xpander secara nasional.

Untuk tingkat nasional, Mitsubishi mematok target penjualan Xpander sebanyak 3.000 sampai 4.000 unit per bulan.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT