Punya Banyak Kelebihan, Indonesia Butuh Blockchain

Chairwoman of the Board of Directors Blockchain Zoo, Pandu W Sastrowardoyo bersama Marketing Manager Blockchain Zoo, Leonardus Dimas, dalam acara temu media di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017. (Beritasatu Photo/Feriawan Hidayat)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Rabu, 6 Desember 2017 | 20:58 WIB

Jakarta - Chairwoman of the Board of Directors Blockchain Zoo, Pandu W Sastrowardoyo, mengatakan, teknologi blockchain bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu kalangan industri perbankan dalam era digital saat ini.

"Kehadiran blockchain merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari. Terlebih, teknologi ini dapat memberikan transparansi dan efisiensi. Mudahnya, Indonesia butuh blockchain karena punya banyak kelebihan," ujar Pandu saat temu media di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/12).

Menurut Pandu, Blockchain Zoo merupakan perusahaan asli Indonesia yang memiliki kantor pusat di Bali. "Kami adalah satu-satunya consulting company di Indonesia yang hanya fokus di blockchain consulting, secara technologically agnostic, dan sama sekali tidak bermain di cryptocurrency dan trading," jelasnya.

Blockchain, kata Pandu, merupakan sebuah teknologi yang sangat powerful dan aplikasinya banyak sekali. Cryptocurrency seperti bitcoin, lanjut dia, hanya secuil kecil dari potensi Blockchain

"Penggunaan sistem ini dapat mengefisiensikan proses dalam transaksi keuangan. Sejatinya, blockchain juga dapat digunakan oleh berbagai sektor atau industri lain yang membutuhkan proses pencatatan dan validasi. Intinya, blockchain bukan hanya untuk perbankan, bahkan untuk berbagai industri lainnya, termasuk asuransi dan data BPJS," terangnya.

Pandu mengatakan, pihaknya belum lama ini mendapat kesempatan untuk melakukan pelatihan mengenai teknologi blockchain bersama otoritas jasa keuangan (OJK) dan 13 bank pembangunan daerah (BPD) yang tergabung dalam Asbanda.

"Kami memberikan pelatihan sekaligus sosialisasi mengenai kelebihan apa saja yang dimiliki oleh blockchain ini kepada OJK dan 13 BPD," jelasnya.

Teknologi blockchain, kata Pandu, dapat mendesentralisasi kepercayaan dari pihak yang menerapkan sistem ini. Untuk aplikasi blockchain dalam kerja sama antar BPD, dapat dipergunakan dalam banyak hal seperti Anti-Fraud, Letter of Credit, Audit and Compliance, Supply Chain Management, bahkan ATM Switching.

"Dengan demikian, tingkat kebocoran data jauh lebih rendah dibanding dengan data center biasa. Penerapannya berupa sistem server sendiri dari masing-masing bank, yang diikat dengan blockchain. Untuk update sistem, juga dapat dilakukan dengan mudah," tandasnya.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT