Alasan Utama Mobil Low MPV Laris Manis

Alasan Utama Mobil Low MPV Laris Manis
Presdir PT Toyota Astra Motor Hiroyuki Fukui (kanan) bersama Wakil Presdir Suparno Djasmin (kedua dari kanan), Direktur Marketing Mamoru Akiyama (kiri) dan Direktur Marketing Rahmat Samulo dan berfoto bersama mobil Toyota Avanza Luxury yang diluncurkan, di Jakarta, Senin (2/6). Kehadiiran Avanza Luxury ini memberikan pilihan beragam konsumen akan kendaraan LOW MPV. ( Foto: Suara Pembaruan/Ruht Semiono )
Herman / FER Jumat, 12 Januari 2018 | 15:13 WIB

Jakarta - Sepanjang 2017 lalu, kendaraan jenis Low MPV (Multy Purpose Vehicle) masih menjadi kontributor terbesar dalam penjualan mobil secara nasional.

Berdasarkan data terakhir yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga November 2017, total penjualan wholesales mobil secara nasional mencapai angka 994.436 unit. Dari jumlah tersebut, segmen Low MPV memberi kontribusi 232.803 unit atau sekitar 23,4 persen.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto menyampaikan, data total penjualan hingga Desember 2017 hingga saat ini memang masih terus digodok dari berbagai Agen Pemegang Merek (APM). Namun bila melihat tren menjualan hingga November 2017, kontribusinya tidak akan mengalami perubahan, di mana Low MPV masih menjadi mobil favorit masyarakat Indonesia.

"Low MPV tetap menjadi kontributor utama, apalagi pemainnya sekarang juga semakin banyak dengan hadirnya Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero. Saya juga melihat ini hal yang positif karena membuat pilihan masyarakat semakin beragam," kata Jongkie kepada Beritasatu.com, Jumat (12/1).

Kontribusi segmen Low MPV yang selalu stabil, diakui Jongkie, tidaklah mengejutkan. Sebab karakteristik mobil Low MPV sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang dikenal memiliki sifat kekeluargaan dan senang berkumpul.

"Selain harganya yang lebih terjangkau dibandingkan SUV atau jenis MPV lainnya, Low MPV ini kan memberikan pilihan 7-seater. Seperti kita tahu, orang Indonesia itu masih senang ngumpul sama keluarga besar, dan mobil jenis ini bisa membawa lebih banyak orang," kata Jongkie.

Kontribusi segmen LCGC (Low Cost Green Car) juga terus membaik. Menurut Jongkie, saat ini market share-nya sudah mencapai 22 persen, tidak berbeda jauh dengan segmen Low MPV. Padahal tahun lalu tidak ada model baru yang diluncurkan.

"Semuanya memang kembali ke kebutuhan. Ada juga yang nyarinya 5-seater dan pilih jenis LCGC karena dikenal lebih irit bahan bakar," ujar Jongkie.

Saat ini para pemain di segmen Low MPV antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenie, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander, Suzuki APV, Daihatsu Luxio, dan Wuling Confero. Penguasanya masih tetap Toyota Avanza dengan market share 47 persen.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE