Penjualan Sedan di Indonesia Makin Terpuruk

Sedan. (Antara)

Oleh: Herman / YUD | Jumat, 12 Januari 2018 | 15:48 WIB

Jakarta - Penjualan kendaraan jenis sedang di Indonesia sepanjang 2017 lalu semakin terpuruk. Dari data terakhir yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) hingga November 2017, total penjualan wholesales mobil secara nasional mencapai angka 994.436 unit. Dari jumlah tersebut, segmen sedan hanya memberi kontribusi 8.678 unit atau sekitar 0,87 persen. Angka ini juga lebih buruk dibandingkan kontribusi tahun lalu yang mencapai sekitar 1,34 persen.

Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto mengungkapkan, rendahnya penjualan kendaraan jenis sedan masih berkutat pada persoalan harga jual yang tinggi. Seperti diketahui, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk sedan mencapai 30 persen, sementara mobil penumpang 4x2 seperti Multi-Purpose Vehicle (MPV) hanya terkena PPnBM sebesar 10 persen. Pajak yang tinggi ini membuat sedan menjadi mahal dan sulit dijual.

"Bagaimana sedan bisa terjual kalau harganya masih tinggi. Padahal hanya beda ada bagasinya saja dengan hatchback. Makanya kita terus mendorong agar PPnBM kendaraan sedan bisa sama dengan yang lainnya. Mobil MPV atau LCGC bisa menjadi contohnya. Dengan PPnBM yang hanya 10 persen, penjualannya bisa bagus," ujar Jongkie kepada Beritasatu.com, Jumat (12/1).

Bekerja sama dengan Universitas Indonesia, Jongkie menambahkan Gaikindo juga telah membuat kajian untuk menjelaskan kepada pemerintah bahwa pengurangan PPnBM untuk sedan tidak akan membawa kerugian. Justru efeknya akan lebih baik bagi industri otomotif dan juga pemerintah.

"Kita tidak minta pajaknya ditiadakan, hanya disamakan saja. Dengan begitu harga sedan akan lebih kompetitif, dan volume penjualannya juga akan naik. Bahan kajiannya sudah kami serahkan ke Kementerian Perindustrian, mudah-mudahan saja bisa segera diputuskan," ujar Jongkie.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT