Ini Cara Baru Facebook Tangkal Hoax

Ini Cara Baru Facebook Tangkal Hoax
Kampanye anti-"hoax". ( Foto: Antara )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Sabtu, 20 Januari 2018 | 13:52 WIB

California - Facebook memiliki cara baru menangkal berita bohong atau hoax. CEO Mark Zuckerberg akan mengandalkan masukan para pengguna Facebook untuk memeringkat sumber berita berdasarkan kredibilitasnya.

Zuckerberg mengatakan strategi ini mampu mengurangi beredarnya hoax di media sosial, tetapi, dia juga memperingatkan bahwa perubahan ini berpotensi mengurangi jumlah berita atau News Feed dari 5 persen menjadi 4 persen dari keseluruhan Facebook feed. Facebook akan melakukan survei untuk mendapatkan masukan masyarakat terkait media mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak.

"Kami kesulitan menjawab pertanyaan bagaimana memilah sumber berita terpercaya dalam dunia yang begitu terbagi-bagi. Akhirnya, kami memutuskan untuk membiarkan komunitas yang memilih karena itu cara yang paling obyektif," kata dia.

Belakangan ini, Facebook memang mendapat kritikan sebagai salah satu sarana penyebar hoax. Hal ini bukan kesalahan Facebook karena media sosial adalah ruang terbuka. Facebook menghindari subyektivitas dan baru bergerak ketika ada penggunanya yang terindikasi melanggar peraturan.

Pekan lalu, Facebook mengumumkan akan lebih memfokuskan news feed para penggunanya ke konten yang berasal dari keluarga dan teman dibandingkan konten sponsor berbayar (iklan). Zuckerberg dalam keterangannya mengatakan bahwa Facebook dibangun untuk menyatukan dan mendekatkan orang-orang yang berarti di kehidupan kita.

Namun, beberapa kritik terkait langkah baru ini muncul. Mengingat hoax yang beredar semakin kencang akhir-akhir ini, ada kekhawatiran masyarakat yang disurvei tidak bisa membedakan mana media terpercaya dan tidak. Dengan 2 miliar pengguna, tidak mungkin mayoritasnya tidak bisa membedakan hoax dengan berita yang asli bukan?



Sumber: BuzzFeed
CLOSE