Strategi Kemkominfo Wujudkan 5 Startup Unicorn di 2019

Strategi Kemkominfo Wujudkan 5 Startup Unicorn di 2019
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara memberi sambutan di acara pengumuman investasi modal yang dilakukan PT Astra International Tbk (Astra) di Go-Jek, Jakarta, 12 Februari 2018 ( Foto: Beritasatu.com / Herman )
Herman / FER Senin, 12 Februari 2018 | 16:22 WIB

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, menargetkan Indonesia memiliki sedikitnya lima perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn, yaitu gelar yang diberikan pada suatu startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar di tahun 2019.

Menurut Rudiantara, saat ini sudah ada empat startup lokal yang menyandang status tersebut, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Untuk kawasan Asia Tenggara, jumlahnya ada tujuh. Tiga lainnya adalah Sea Ltd dan Grab asal Singapura, serta Revolution Precrafted asal Filipina.

"Targetnya pada 2019 ada lima startup unicorn dari Indonesia. Sekarang ini sedang kita cari terus mana saja startup yang berpotensi untuk menjadi the next unicorn," kata Rudiantara, di sela acara pengumuman investasi yang diberikan PT Astra International Tbk (Astra) kepada Go-Jek, di Jakarta, Senin (12/2).

Untuk memuluskan target tersebut, Rudiantara mengatakan, pihaknya sejak tahun lalu telah menggulirkan Next Indonesia Unicorn (NextIcorn), sebuah program yang menjadi jembatan agar startup lokal bisa tumbuh menjadi unicorn-unicorn baru. Startup yang mengikuti program ini, akan diikutkan dalam proses kurasi, sebelum nantinya dipertemukan dengan para investor.

"Banyak startup di Indonesia yang tidak tahu investor ada di mana. Begitu juga dengan investor yang bingung mencari startup potensial untuk didanai. Dalam program ini, startup di Indonesia akan melalui proses kurasi untuk menentukan mana saja yang layak 'dijual'. Sebab sekarang ini bisnis model startup lokal masih banyak yang acak-acakan. Saat presentasi di depan investor juga masih asal-asal, makanya perlu sekali proses kurasi ini sebelum kita pertemukan dengan para investor," ujar Rudiantara.



Sumber: BeritaSatu.com