Satelit "Lippo Star" Sukses Diluncurkan dari Guyana

Satelit
Roket Ariane-5 ECA yang membawa satelit Lippo Star ketika mulai meluncur. ( Foto: Arianespace )
Rabu, 16 Mei 2012 | 06:19 WIB
Lippo Star akan mengorbit di posisi 124 derajat bujur timur, dengan masa aktif mencapai 15 tahun.

Satelit telekomunikasi yang dibuat oleh Lippo Group bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang, SKY Perfect JSat Corporation dan Mitsui Corporation, sukses diluncurkan dari Guyana Prancis, Selasa (15/5) sore waktu setempat, atau Rabu (16/6) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lippo Star diluncurkan dari Ariane Launch Complex nomor 3 (ELA-3) milik Arianespace, di Kourou, Guyana Perancis. Satelit yang secara teknis bernama JCSAT-13 tersebut akan langsung beroperasi mulai tahun ini, dengan masa aktif mencapai 15 tahun.

"Mission success," lapor pihak Ariane, sebagaimana ditulis di situsnya, begitu roket Ariane-5 ECA yang selain membawa Lippo Star juga VINASAT-2, itu resmi meluncur.

Berbobot 4,350 ton dan dibuat oleh Lockheed Martin Commercial Space System, Lippo Star akan mengorbit di posisi 124 derajat bujur timur, atau kira-kira di atas Jepang. Disebutkan, satelit bermuatan 44 KU-Band transponder ini memiliki daya cakup cukup luas, meliputi seluruh Indonesia, benua Asia, serta wilayah Oceania pada umumnya.

Diharapkan mampu mendukung pembangunan nasional dengan cara menghubungkan penduduk Indonesia yang tersebar di 17.000 pulau, dengan satelit ini setidaknya anak perusahaan Lippo Group bisa menyelenggarakan siaran Direct-To-Home (DTH) ke seluruh Indonesia. Lewat satelit ini juga, akan semakin banyak program televisi yang bisa diantarkan langsung ke rumah pelanggan di seluruh Indonesia.

Dalam konteks itu, First Media akan menjadi salah satu pengguna satelit Lippo Star. Turut hadir secara langsung di acara peluncuran di Guyana, Irwan Djaja, CEO PT First Media Tbk, ketika dihubungi via telepon oleh Beritasatu TV, menyatakan bahwa dirinya merasa lega, sekaligus excited dengan peluncuran yang berlangsung lancar itu.

"Peluncuran berlangsung lancar, dan semoga saja dengan keberadaan satelit ini, tidak saja bagi kami di First Media, akan ada banyak manfaat telekomunikasi juga yang bisa didapatkan segenap masyarakat Indonesia hingga ke berbagai pelosoknya," ungkapnya.

Sementara itu, seperti diungkapkan sebelumnya, Rezlan Ishar Jenie, Dubes RI untuk Perancis, mengatakan bahwa peluncuran ini merupakan satu peristiwa yang sangat penting bagi Indonesia yang terdiri dari berbagai pulau. "Melalui satelit inilah masyarakat kita yang tinggal di pelosok bisa mendapatkan akses informasi. Ini penting dalam konteks membangun bangsa, karena kita mendapatkan akses informasi, pengetahuan, dan memungkinkan kita untuk bisa saling mengenal satu sama lain," ujarnya, Selasa (15/5).
CLOSE