Badak cula dua
Setidaknya dalam 120 tahun terakhir belum ada kelahiran badak secara alamiah di tempat hidup alaminya di dunia ini.

Setelah ratusan tahun ditunggu-tunggu masyarakat dunia, Ratu, induk betina badak Sumatra bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis) melahirkan seekor anak badak jantan pada Sabtu dini hari.

Induk badak yang berlokasi di penangkaran Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur, ini sudah hamil 15-16 bulan. Sekitar pukul 01.00 WIB Sabtu dini hari, seekor bayi badak jantan dalam kondisi sehat, begitu pula dengan induknya.
 
Kini keduanya dalam pengawasan ketat untuk menjaga kondisi satwa langka itu tetap terjaga. Namun belum diperoleh informasi secara resmi dari pihak Yayasan Badak Indonesia (YABI), Kementerian Kehutanan maupun Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) serta pengelola SRS TNWK.

Kelahiran badak bercula dua ini sangat ditunggu-tunggu dan menjadi catatan sejarah di dunia mengingat setidaknya dalam 120 tahun terakhir belum ada kelahiran badak secara alamiah di tempat hidup alaminya di dunia ini.
 
Populasi badak Sumatra yang ada di alam saat ini kian menurun. Jumlahnya diperkirakan hanya tersisa sekitar 200 ekor, sedangkan yang ada di luar habitat alaminya hanya tersisa 10 ekor (empat di TNWK, tiga di Sabah Malaysia, dan tiga ekor di Amerika Serikat).
 
TNWK berdiri sejak tahun 1998 merupakan tempat penangkaran badak Sumatra dalam upaya melindungi kelestarian populasi badak Sumatera di dunia. 
 
Terdapat empat ekor badak di penangkaran ini, satu ekor jantan yang didatangkan dari Amerika Serikat (badak Andalas), dan tiga ekor betina (Bina, Ratu, dan Rosa).
 
 

Penulis: