Ilustrasi tanaman padi
Padi MSP ini diklaim setiap hektarenya bisa menghasilkan rata-rata 11,5 ton gabah, di atas padi jenis IR 64.

Hasil penelitian dan uji coba terhadap padi bibit Mari Sejahterakan Petani (MSP) menunjukkan varietas ini mampu memproduksi gabah per tangkai (runggai) hingga 600 bulir, sedangkan pada varietas lain hanya sampai 150 bulir.

Demikian diungkapkan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Dewi Aryani, ketika meninjau uji coba penanaman padi yang dikembangkan PDIP di kawasan Jawa Tengah, Minggu (29/7).

Menurut dia, padi jenis MSP ini akan mampu kembali mengantarkan Indonesia sebagai negara pengekspor beras di dunia. Padi ini diklaim setiap hektarenya bisa menghasilkan rata-rata 11,5 ton gabah.

Jika dibandingkan dengan jenis ciherang, IR 64, dan varietas lainnya lebih tinggi 15 persen. Begitu pula, masa panennya lebih awal 15 hari, dan waktu panennya 90 hst (hari setelah tanam).

"Padi MSP merupakan varietas unggul yang telah dibuktikan di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan potensi gabah panen itu, MSP bisa menjadi andalan dalam pembangunan pertanian Indonesia sebagai produsen beras bermutu yang besar setidaknya di wilayah Asia," kata Dewi.

Jika MSP bisa menasional, menurut Dewi, tidak mustahil Indonesia bisa menjadi negara pengekspor beras bermutu terbesar. Untuk itu, lanjut dia, kini tengah dikembangkan uji coba tanaman padi MSP di atas areal 5.000 meter persegi di Kabupaten Brebes dan Tegal

"Kami juga terbuka dengan berbagai masukan, kritik, dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk menyukseskan program MSP ini," tandas  anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Jateng IX (Kabupaten Brebes, Tegal, dan Kota Tegal) itu.

Penulis: