Menara milik TelkomGroup
Seandainya terjadi sesuatu, nanti akan dihapuskan dengan penerimaan (ganti rugi) dari hasil klaim asuransi.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), menyatakan tidak rugi atas hilangnya satelit Telkom-3 yang telah gagal dalam peluncuran oleh ISS Reshetnev di Baikonur Casmodrome, Kazakhstan.

Dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Vice President Investor Relations TLKM, Agus Murdiyatno mengatakan, pihak Telkom telah mengasuransikan satelit yang sedianya diluncurkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mendukung layanan enterprise dan IP backbone tersebut.

“Secara akuntansi, kami telah melakukan pencatatan pada biaya dibayar dimuka. Dan seandainya terjadi sesuatu, nanti akan dihapuskan dengan penerimaan (ganti rugi) dari hasil klaim asuransi,” katanya di Jakarta, Kamis (9/8).

Agus mengatakan, selain tidak menimbulkan dampak keuangan yang signifikan, pihaknya juga memastikan bahwa hilangnya satelit tidak akan mengganggu kinerja operasional serta layanan terhadap pelanggan.

Hal tersebut dapat terjadi karena perseroan telah memiliki satelit Telkom 1 dan Telkom 2. Sebagai informasi, satelit Telkom 1 memiliki kapasitas 24 transponder C-band dan 12 transponder extended c-band. Sementara untuk Satelit Telkom 2 memiliki kapasitas 24 transponder c-band.

“Satelit Telkom 1 akan kami operasikan sampai 2016, sedangkan satelit Telkom 2 sampai tahun 2020. Selain dua satelit tersebut, kami juga menggunakan transponder dari beberapa operator satelit lain untuk mendukung operasional perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring menyatakan bahwa peristiwa gagal orbitnya satelit milik Telkom tidak menimbulkan kerugian terhadap kinerja telekomunikasi di Indonesia.

Menurut Tifatul, satelit tersebut merupakan satelit cadangan yang rencananya disiapkan untuk menggantikan fungsi satelit Telkom-1 dan satelit Telkom-2 bila suatu saat terjadi masalah.

“Tidak ada masalah karena satelit itu kan disiapkan untuk menggantikan satelit sebelumnya, jadi dua satelit terdahulu masih berfungsi, sehingga tidak ada kepentingan publik yang terganggu,” katanya.
 

Penulis: