Illustrasi guru
Penyematan cincin emas yang langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah itu dilaksanakan pada acara resepsi peringatan Hardikda

Sembilan belas guru terpencil di Provinsi Aceh mendapat cincin emas dari gubernur sebagai bentuk penghargaan dari pemerintah atas dedikasi mereka membangun pendidikan di daerah terisolir.

Ketua Panitia Hardikda Aceh H Bustamam Ali di Banda Aceh, hari ini menyatakan, penyematan cincin emas yang langsung oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah itu dilaksanakan pada acara resepsi peringatan Hardikda yang dijadwalkan Jumat (14/9) malam.

Pada malam itu juga Gubernur memberi penghargaan kepada kabupaten/kota terbaik dalam mengelola pendidikan meliputi akses tata kelola, prestasi, mutu pendidikan Islami, pendidikan inklusi, serta pengembangan information comunication and teknology (ICT), peran masyarakat dan pemerintah terhadap pendidikan.

Ke-19 guru terpencil masing-masing satu orang dari kabupaten/kota, kecuali Banda Aceh, Sabang, Lhokseumawe, dan Kota Langsa, karena keemapt wilayah tersebut tidak ada daerah terisolir.

Guru terpencil yang mendapat penghargaan itu adalah yang sudah lama mengabdi di daerah terpencil, loyalitas dan pengabdian mereka di dunia pendidikan, kata Bustamam.

Ia menyatakan, Pemerintah Aceh terus memberikan apresiasi yang besar terhadap pendidikan dan guru-guru di daerah terpencil.

Selain pengharagaan, guru-guru terpencil juga mendapat kemudahan-kemudahan lainnya, seperti tunjungan, katanya.

Bustaman menyatakan, pada malam itu juga Gubernur memberi penghargaan kepada siswa, guru, pengawas, dan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional.

Ia menyatakan, untuk sarana sekolah, pemerintah juga membantu penyediaan buku-buku bacaan dan peralatan lainnya, sehingga kegiatan belajar mengajar akan lebih mudah, katanya.

"Jadi, ke depan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan fisik, sarana dan prasarana penunjang pendidikan di sekolah-sekolah terpencil," katanya.

Penulis: /FEB