2013, Kemenkominfo Gelar Tender Wimax Lagi

2013, Kemenkominfo Gelar Tender Wimax Lagi
Humas Kemenkominfo, Gatot Dewa Broto ( Foto: AFP )
Senin, 3 Desember 2012 | 07:02 WIB
Lisensi BWA dibagi dalam 15 zona dan masing-masing zona ada dua lisensi

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tetap akan menggelar tender lisensi Broadband Wireless Access (BWA) pada zona yang terpaksa ditinggalkan pemiliknya. Sedangkan bagi pemegang lisensi BWA, Kemkominfo terus melakukan evaluasi dan monitoring, meski belum memberikan sanksi tegas kepada pemegang lisensi yang belum menggelar jaringannya secara komersial.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, lisensi BWA dibagi dalam 15 zona dan masing-masing zona ada dua lisensi, sehingga totalnya ada 30 lisensi. Tender itu digelar pada akhir 2009. Pemenang lisensi BWA di 30 zona itu ada    delapan perusahaan, yakni PT Berca Hardaya Perkasa (14 lisensi BWA), PT Telekomunikasi Indonesia (5), PT Indosat Mega Media (2), PT First Media (1), PT Internux (1), PT Jasnita Telekomindo (1), PT Konsorsium Wimax Indonesia (3), dan Konsorsium PT Comtronic System (3).

Namun, dalam perjalanannya, Kominfo terpaksa mencabut izin tiga lisensi yang dimiliki PT Internux, Konsorsium WiMax Indonesia, dan Konsorsium PT Comtronix System dan PT Asiwarta Perdania. Tiga operator itu memiliki lisensi BWA di zona Jabodetabek, Jawa Barat (kecuali Bogor, Depok dan Bekasi), Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua, Maluku dan Maluku Utara, serta Kepulauan Riau.

“Rencananya, di zona-zona itulah yang bakal dibuka kembali tendernya pada 2013. Akan ada seleksi lagi bagi zona yang ditinggalkan, waktunya belum ditentukan,” ujar Gatot, belum lama ini.

Hanya saja, lanjut Gatot, pelaksanaan tender BWA di tujuh zona itu akan digelar setelah tender frekuensi 3G kanal 11 dan 12 selesai digelar. “Saat ini kami masih dalam tahap persiapan pelaksanaan tender 3G untuk kanal 11 dan 12. Setelah itu kita kembangkan ke Wimax untuk dilanjutkan,” ujar Gatot.

Lisensi BWA adalah izin untuk menggelar layanan internet berkecepatan tinggi (broadband) yang menggunakan teknologi Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax). Oleh karena itu, lisensi BWA diidentikkan dengan lisensi Wimax.

Gatot melanjutkan, dengan dicabutnya lisensi BWA yang dimiliki tiga perusahaan di tujuh zona itu berarti pemegang lisensi BWA saat ini tinggal lima perusahaan yang menguasai 23 zona. Dari lima perusahaan itu, baru First Media dan Berca yang telah menggelar layanan broadband berteknologi Wimax itu.

First Media mulai menggelar layanan broadband Wimax sejak 2011 di Jabodetabek dengan nama Sitra. Sedangkan Berca menggelar layanan itu pada awal Februari 2012 di delapan kota, seperti Medan, Batam, Palembang, Pontianak, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan, dan Denpasar. Berca menggunakan nama Wigo.

Sedangkan tiga operator BWA lain yang belum juga menggelar layanannya, lanjut Gatot, Kemkominfo terus mendorong agar ketiga operator tersebut tidak ragu-ragu menggelar layanan broadband berteknologi Wimax. Pasalnya, sesuai kontrak perjanjian, terdapat kewajiban yang harus dipenuhi.

“Lagi pula, lisensi Wimax itu ada umurnya, yakni satu tahun. Dia bisa diperpanjang menjadi dua tahun. Selain itu, ada kewajiban operator untuk membayar Biaya Hak Penyelengaraan (BHP) Frekuensi. Kalau terjadi pelanggaran tentunya ada peringatan pertama sampai ketiga hingga pencabutan izin,” kata Gatot.
CLOSE