Djarot: Simpang Susun Semanggi Terlaksana Berkat Keputusan Cepat Ahok

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) mengamati Simpang Susun Semanggi seusai peresmian di Jakarta, 17 Agustus 2017. (Antara/Puspa Perwitasari)

Oleh: Deti Mega Purnamasari / YUD | Kamis, 17 Agustus 2017 | 21:48 WIB

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pembangunan Simpang Susun Semanggi ini bisa terlaksana berkat keberanian Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Berkat keputusan Ahok yang saat itu masih menjadi Gubernur DKI untuk maka pembangunan jalan layang untuk mengurai kemacetan di kawasan Semanggi dapat terwujud.

"Saya sampaikan ke Pak Presiden bahwa memang ini dimulai sejak Pak Jokowi jadi Gubernur, wakilnya Pak Basuki. Saya sampaikan bagaimana prosesnya sehingga waktu itu Pak Basuki sangat cepat mengambil keputusan," ujar Djarot saat peresmian Simpang Susun Semanggi, Kamis (17/8).

Keberanian dan pengambilan keputusan Basuki yang sangat cepat itu, katanya, terjadi setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menyerahkan jalan arteri ke DKI tahun 2015. Pada tahun 2011-2012 ada kajian terkait kemacetan lalu lintas yang Semanggi menjadikan salah satu titiknya.

Tidak hanya itu, masalah pembiayaan untuk menyelesaikan kemacetan di area Semanggi itu pun menjadi kendala, termasuk teknologi apa yang akan dilakukan dan siapa yang akan melaksanakan.

"Inilah sebetulnya keberanian dan kecermatan sekaligus dari Pak Basuki untuk memutuskan secara cepat tapi sangat detail. Sehingga diputuskan oke kita akan bangun dananya non-APBD, dengan sistem design and build untuk kecepatan proses ini dan kemudian pembiayaannya melalui KLB dari PT MPP," terangnya.

Hal tersebut juga berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014, bahwa jika pemerintah memberi bonus kenaikan KLB, maka bonus tersebut bisa digunakan untuk membangun infrastruktur.

"Oleh karenanya saya pribadi dan kita semua, mengapresiasi kerjanya Pak Basuki dengan keberanian yang luar biasa dan kecepatan untuk memutuskan. Kita harusnya berterima kasih kepada Pak Basuki yang benar-benar berani memutuskan dengan detil. Saya juga terima kasih pada Pak Yusmada dan pekerja di sini yang dengan kesungguhan hati telah menyelesaikan proyek ini lebih cepat dari waktu yang ditentukan," pungkasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT